Showing posts with label share. Show all posts
Showing posts with label share. Show all posts

April 15, 2016

di·lem·ma ...










Dilema itu, kalau kita sama-sama tau kalau ga mungkin, tapi masih aja dilanjutkan...

Dilema itu, kalau aku milik yang lain, dan kamu juga, tetapi kita tidak bisa berhenti untuk ingin memiliki...

Dilema itu, kalau pertama biasa saja, makin lama makin luar biasa...

Dilema itu, kalau tau ini sebenarnya salah tapi ga bisa berhenti berbuat salah...

Dilema itu, kalau kita sama-sama menyadari situasi yang makin "panas", tapi sama-sama ga mau membicarakan...

Dilema itu, kalau hubungan jangka panjang terasa membosankan, sehingga membuka pintu untuk orang ketiga masuk...

Dilema itu, kalau sentuhan kecil berubah menjadi sentuhan yang menggoda...

Dilema itu, kalau chatting biasa berubah jadi special dan penuh warna...

Dilema itu, ketika kamu ingin tampil lebih oke dan lebih wangi bukan untuk pasangan mu, tapi untuk orang yang membuat hidup terasa lebih bersemangat...

Dilema itu, kalau kamu mulai cari-cari moment supaya bisa pura-pura ga sengaja bertemu...

Dilema itu, kalau kamu tiba-tiba merasa ingin mememeluknya tanpa alasan yang jelas...

Dilema itu, kalau kita mulai diam-diam cari waktu bersama, walaupun hanya untuk sekedar small and soft touching on coffee break...


Dilema itu, when sensuality become your dream at night...



April 3, 2016

Investasi, perlu banget ngga sih?

Ngebahas masalah investasi ini, gue sempat ngerasa nyesel. Why? Because I just realized how important this matter after 30-something. Sebelumnya, bisa dibilang duit gue gampang ngacir buat beli elektronik dan gadget. Ya maklumlah, hobby susah ditinggalkan. Apalagi kalau udah kerja dan menghasilkan duit sendiri, rasanya kek ada excuse yang mengamini: “Ah masa kerja susah-susah ga bisa dinikmati?” hahaha… (Such a klise).
Anyway, untuk soal travelling sih gue ga pernah nyesel. Never-ever. Soalnya travelling itu in the other side adalah experience, and experience is something precious. So I won’t mind for that.

Back to invest question. Basically, after 30-something gue baru ngerasa, gile gue kerja sekian lama dapat apa sih? Something yang bisa gue pake atau nantinya yang anak gue bisa nikmati? So far, yang gue punya cuma tabungan, dan asuransi. Asuransi juga ga seberapa, paling-paling kalo gue ga ada, anak gue cuma dapet ratusan juta. Buat bayar kuliah juga lenyap itu ya, tapi apa iya mo dapet duit harus nunggu gue ga ada? Sementara you knowlah, laki gue lebih focus ke kinian (today-today-today) daripada mikir : what we have in the next 10 years? Masa sih lu mau banggain beli mobil a-z tapi dana anak belum lo pikirin dari sekarang? Ridiculous, isn’t it?

But after struggling with my own self-consciousness, I decide in last year, gue bakalan ikutan reksadana aja. Hal ini juga didorong oleh gue punya temen yang jago bingits main saham. She’s awesome! So that moment she advise me, untuk rencana jangka panjang, for example like school fees, or medical, which is maybe my daughter need in another 5 years, I could invest on mutual funds. Nah, dia suggest gue, kalo mau jangka panjang, gue harus ambil yang aman aja, naik, tapi ga progresif. Jadi model combine lah dengan pendapatan tetap, ga sepenuhnya saham. Kalo cece gue suruh beli Schroders, tapi karena beli ini harus ke cabang Bank Mandiri utama (or Commonwealth Bank, cmiiw), gue gak sempat. Jadi gue ngikutin temen aja, di SAM (Samuel Asset Management). Gue ambil yang SAM Indonesia Equity Fund dan SAM Syariah Berimbang.

Problemnya adalah, gue masih terlalu oon buat ngikutin: kapan gue harus top up? Jadi gue harus sering Tanya dengan temen gue yang cerdas cadas ini, gue bilang kalau lu mau top up, kabari gue ya. Hahaha… tapi lama-lama gue juga penasaran sebenernya, how to knowing when the right time to top up? Dia ajarin gue supaya download aplikasi Bloomberg di smartphone, karena dari situ bisa dipantau naik-turunnya. Good idea lah. Gue saat ini lagi mencoba, lumayan kalau bisa dalam 5 tahun menghasilkan duit buat anak gue sekolah.
Nah selain itu, gue juga investasi manual (maksudnya ga melibatkan saham), yaitu logam mulia. Ini udah paling aman dan gampang. Tinggal nitip cece ke Antam atau gedung Logam Mulia (Pulogadung) udah deh, tapi ya teteup sih, nitip juga ujung-ujungnya. Maklumlah, gue tinggal di desa, jauh mau kemana-mana… *curcol mode.

Harapan gue sih, setidaknya nanti saat anak gue perlu duit, gue masih bisa kasih dia sesuatu lah. Jangan sampai nih, sebagai orang tua saat ada duit justru diabis-abisin demi kesenangan sendiri. Ga mikirin kalau dunia itu berputar, kadang diatas-kadang dibawah.
Gue ada cerita soalnya, sebuah keluarga yang awalnya ga punya, tiba-tiba karena lahan basah suddenly punya duit banyak. Sebagai kepala keluarga yang melarang istrinya bekerja (katanya kalau istri bekerja gak menghormati suami – alasan klise karena ego), cuma dia seorang yang menghasilkan duit. But instead on focusing their children’s future. Ini malah duit dihabis-habiskan hanya untuk gonta ganti mobil. Kebayang ga, pada jamannya, duitnya banyak bukan diinvestasikan ke property, atau sesuatu yang berharga di masa depan, malah dihabiskan dengan ngejar gengsi. Mungkin disitulah peran penting edukasi ya? Intinya setelah dia ga ada, yang tersisa cuma rumah di pinggiran kota yang butuh banyak renovasi, istri yang hanya ngarep uang pensiunan suami yang ga ada, dan 2 anak yang mau ga mau harus mulai dari 0 untuk for example : beli rumah saat nikah. Padahal seandainya sang suami dulu berpikir: family comes first. Pasti saat dia punya uang banyak, dibelikan anaknya rumah satu-satu. Setelah dia ngga ada, ya udah terserah anaknya mau ditempati atau dijual. Yang jelas kalau dulu (tahun 90-an) beli rumah 100 juta, bisa dipastikan tahun sekarang mungkin bisa mencapai 1M bahkan lebih (tergantung lokasi).

Dari case itu, gue belajar bahwa kebahagiaan sesaat, dalam case ini adalah gonta-ganti mobil untuk kepuasan pribadi dan mengejar gengsi (karena sebelumnya dianggap keluarga yang kurang mampu dibandingkan saudara yang lain), tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna di kemudian hari. You know what, seorang anak itu mencontoh orang tuanya. Kalau saat itu, ada ketegasan bahwa investasi itu penting, gue rasa anak-anak pasti ngikutin. Mana mungkin seorang anak umur belasan tahun mengerti apa yang dibutuhkan dia 10-20 tahun kemudian? Pastilah apa yang dilakukan orang tuanya (saat itu) dianggap yang paling the best. Itulah penyebab kesesatan pikiran dari anak-anaknya. Karena didikan itu (menghabiskan uang untuk terlihat “wah”) dianggap “membahagiakan keluarga”, kalau saat ini dibilang “salah didikan” pasti ngga akan terima. Karena mereka mikirnya: “Gue saat itu happy, kenapa lo sirik?” Meskipun sekarang berakhir dengan have nothing. Padahal dia mungkin ga mikir, seandainya mereka dibelikan rumah, pasti saat ini yang dipikir adalah: “Syukurlah, bokap gue dulu pinter banget” See? Everybody’s happy in the next 10-20 years, hanya dengan keputusan bahwa Investasi itu penting sejak dini.

Mengikuti gengsi supaya dianggap “wah” itu ga ada gunanya by the end of the day, kenapa? Karena yang menikmati hanya dia dan keluarganya saat itu. Ingat “saat itu”. Karena saat ini, mereka ga menyisakan apa-apa lagi selain kenangan. Sementara anak-anak tersebut pada akhirnya akan punya keluarga, tapi secara masa depan, orang tua tersebut justru memaksa anak-anaknya bekerja lebih keras. Padahal sebagai orang tua normal, seharusnya lebih memikirkan kebahagiaan anak jangka panjang, bukan hanya 1-5 tahun saat uang ada. Lebih buruknya, anak-anak sudah ter-brain wash bahwa style mengejar gengsi itu perlu dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang, sehingga mereka akan membawa keluarga baru mereka dengan style pamer uang (kalau ada) dan hidup dengan omong besar. Lebih besar pasak daripada tiang. Ketakutan kalau dinilai orang lain bukan orang kaya, dan berakting seperti (masih) jadi orang kaya walaupun duit pas-pasan. Soal masa depan keluarganya urusan nanti, yang penting keliatan (seperti) orang kaya. Kasihan istri dan anak, hidup dengan rasa was-was, terjamin atau tidak hidupnya, tidak dipedulikan. Yang penting duit buat hobby dan gaya-gaya-an ada. Hobby mau gonta-ganti mobil karena merk, bukan karena fungsi. Padahal duit belum turah-turah (duit banyak nganggur) tapi udah mau ini-itu.


Wah didikan keluarga begini memang hanya meninggalkan problem lebih besar saja ke orang lain. Double troubles!        


February 17, 2016

February is Coming!

Happy Valentine’s Day!

Yeah… Valentine’s disini masih seputar isu “ngga boleh ngerayain” atau “harinya mesum”. Ngga abis pikir, ide dari mana sih kalau kasih sayang itu harus seperti itu. Sesat pikir. Tapi ya, sumbu pendek… mau dijelaskan kaya gimana juga, otaknya ngga nyampai. What the hell aja deh…

Yesterday I go to cinema. Yes! After such a long time, finally I can go just to watch DEADPOOL. Filmnya kocak abis, dan sadis, dan sok romantis. *LOL* However, this kind of movie that you shouldn’t go with your children. Tapi emang bener sih, bioskop sekarang ini sungguh-sungguh ngga mau strict melarang orang tua yang bawa anak ga sesuai umur. Kadang kasihan juga, masa sih anak SD nonton film beginian? Kok kayanya belum pantes banget. Semoga besok aku ga jadi orang tua begitu. Mendingan nonton sendiri daripada bawa anak nonton film sadis.


Anyway, back to my domestic, kemarin sejak hari Rabu malam tiba-tiba my one and only beautiful daughter has fever. We’re so damn panic, since a week before we got some information that one of my neighbor’s daughter got DB. Sampai hari Jumat pagi, badan masih hangat tapi udah mendingan. Ternyata dia kena batuk pilek, pantas aja rewel terus. Kasihan banget, hidungnya mampet tapi ga bisa keluarin ingus, jadi tidur juga ga nyenyak. Sempat ngerasa bersalah juga, gara-gara dia lihat gue makan nyam-nyam, terus dia minta. Gue kasi 1 biji, dimakan juga, abis itu muntah berat. Walah… ternyata memang belum saatnya untuk makan snack begituan. Maafkan mama ya nak…

Rumah sekarang agak lebih rapi, abis beli meja kerja, rak dapur (kitchen set) baru. Jadi semua barang yang ketinggalan di ruang tengah, bisa ditaro di belakang. Kemarin abis beli tas bamboo storage, 3 pcs. Lagi promo di lazada, dapat potongan 66 ribu kalau pakai BTN debit card. Mau buat susun pakaian yang ngga kepakai, supaya bajunya ga masuk dos/karton, jadi ga apek. Semoga bisa lebih rapi nih di rumah.

January 26, 2016

Felicia is Turning 1!

Hurrayyy! Felice is now turning 1!
My cutiepie already 12 months, and she's growing so fast.

Sekarang Felice udah punya 4 gigi. Gigi bawah uda keluar 2 biji, gigi atas juga keluar 2. Sejauh ini makannya udah lumayan, ga sesusah sebelumnya yang cuma mau makan seuprit.

Acara ulang tahunnya Felice diadakan 2 kali. Yang pertama di rumah, undang anak-anak tetangga yang teman main Felice aja. Itu juga karena ga mau besar-besaran, cuma undang 12 anak kisaran 1-3 tahun, 6 girls and 6 boys.
Persiapannya agak rempong, karena gue baru terlintas ide seminggu sebelum Felice bday. Jadi gerabag-gerubug siapin. Rencana sih kasih goodie bag, isinya snack sama tempat minum. Tapi waktu itu belum ada ide, mau kasi apa aja, dan bujet berapa. Setelah beberapa hari browsing, ketemu juga tempat minum mirip tupperware kids yang piyo-piyo dan minion. Trus after browsing lebih lama, akhirnya fix idenya : tas ultah, tempat minum cleo, dan theme's nya minion dan kitty.

Berhubung tas ultah ini minimal order 2 lusin (kalau mau disablon) ya udah gue oke aja. 1 lusin minion kuning, 1 lusin hello kitty pink. Pesennya aja di Jawa Tengah (Kudus), pake ongkir kilat JNE 18.000. But it's Ok lah. Done.

Lanjut ke botol minumnya. Ini yang agak rempong, berhubung beli online, harus rajin browsing cari yang termurah. Rencana beli 18 biji (1.5 lusin). Awalnya nemu yang 7000, tapi kok ongkir sampai 3 kg. Eh browsing lagi nemu yang 6000 dengan ongkir 1 kg aja. Akhirnya, oke deh, beli 18 biji, 9 minion, 9 piyo-piyo karena ga ada yang hello kitty. Done.

Nextnya adalah plastik snack, dan undangan. Untungnya, kedua ini ada motif minion dan hello kitty. Jadi beli 2 pack, masing-masing pack dengan motif tersebut. Done.

Nah karena ini adalah ultah Felice yang pertama, tentu harus ada acara potong kue dan hidangan ringan dirumah. Setelah pikir sana sini, untuk Tart nya beli cheese cake dan untuk kue hidangan beli muffin choco-vanilla di Allore, plus pudding bunga cantik hasil karya saudara.  Muffinnya enak dan ga mahal. Gue pesen 35 pcs, mix antara chocolate dan vanilla.
Untuk cheese cake nya, sebetulnya oke, sayangnya cepet banget lumer jadi crack kuenya. Harga cheese cake 220 ribu untu diameter 20. Lumayan mahal juga sih, sebetulnya di harvest juga dapat cake dengan harga sama walaupun bukan cheese cake.

Isi goodie bag nya belum kepikiran, jadi hari Jumat pulang kantor tanggal 8 Jan, gue puterin aja tuh Giant. Yang jelas dari awal gue ga mau kasih yang ecek-ecek, misalnya kek permen, trus snack ga jelas. Buat gue itu ga sehat dan ga punya jaminan kalau enak. Gue maunya yang model kek susu, snack ringan dan wafer.
Setelah gue timbang-timbang, akhirnya beli lah gue 1 karton susu UHT Dancow Active Go yang kecil (isi 40). Snacknya gw beli Taro 20 pcs, wafer Nabati keju 1 box, wafer Selamat coklat 1 box, dan Beng-beng coklat 1 box. Minumannya gw tambahin Floridina, beli 18 pcs.

Goodie Bag
Setelah semua done, next project ya bikin telur merah. Buka-buka resep, ketemu juga caranya yang lumayan praktis dan bahannya ga ribet. Jadi percobaan pertama bikin, ternyata sukses. Cuma dodolnya gue, telur merah itu gue simpan di kulkas. Alhasil begitu dikeluarkan dari kulkas, langsung berkeringat (karena perbedaan suhu) dan rusaklah warnanya. Terpaksa telurnya gue retouch. Walaupun ga se-oke hasil pertama, tapi ya sudahlah, gue uda lelah. Hahaha...

Telur merah

Ini penampakan kue cheesecake yang gue order, rasanya lumayan walaupun penampilan standar.

Oreo Cheesecake

Overall sih acara dirumah tanggal 17 Januari (dirayakan seminggu setelah ultah Felice), berlangsung cukup lancar. Anak yang datang seharusnya 12, tapi ternyata ada yang ga diundang dan datang sekitar 2 anak. Total dengan orang tua/pengantar, ada sekitar 21 orang. Makanan kita pesankan McDonalds sebanyak 30 paket. Untungnya kita juga masih punya back up goodie bag. Jadi so far acara berlangsung dengan sukses. Fiuhhh... Cukup deh ultah pertama aja, selanjutnya uda ga perlu undang-undang anak lain. Tunggu ultah ke-5 aja, hahaha...






November 17, 2015

Been So Long... There's Always Have Time for Everything


This is it! Finally I made hard decision to resign in my very previous company.
Why I did that?
Some says, it's a pity, since I've been there almost 9 years.
Yes, almost 9 years!

It's not a while, moreover, as you all know, my company is very well known for it's high turn-over. I should say, that's true. Since in the past 3 years, I found that sales division already have more than 10 person which choose to resigned.
Not sure what went wrong, maybe the management, or the bosses. Who knows, I'm not interesting to find out anymore. So far, I choose this not because of the work load, but mostly because I disappoint with the people.

So here's the story.

Since the first time I'm worked there, I had a manager who teach me and guide me all the job part nicely. For that, I appreciate his skill to teaching me. It's not easy to sharing knowledge and make new employee understand the job desc. But then, as time goes by, in the past 3 years, he become my colleague worker, and I'm handled his previous division. And that's when the problem started. Maybe, he saw me as a competitor, so he started to irritating me with his attitude, even though we're in different division now.

I thought at first, he tried to help. But long after that, I realize that he just have the post power syndrome. He can't accept me, as I'm the Head on my division and he's not. He can't let go what he had before. He still pretending he was the Boss, and I'm his staff. He interfere my decision, giving difficulties for me, instead of being helpful. He once threaten me, said that if "my performance" not good, someday I'll be kicking out from company. Helloooo!!! Who are you?? You're not even my bos. You're not the owner! You're just a crap person, who exposed post power syndrome. And you tried to judge my performance? FYI : 8 years ago, I was only level 1, and you level 3. Now I'm level 3, and you still level 3! So which one of us who didn't actually have good performance? Silly!

Anyway, since that words comes out from his mouth, I made a promise, one day I'll leave this company, and I will show that I still can live without it. I think he underestimate me so bad. Maybe in his opinion, I can't be anyone if I'm not follow his order. Sorry, I don't need your judgement, I don't need your approval to live my life. And I said now : EAT THAT SHITTY FROM YOUR OWN MOUTH!

And I feel relieve now, really I do...

Perhaps in the next month, I need to learn the new jobs harder since it's really different from my background in FMCG. But, it's the price I have to pay to find the new life, a new start.
I'm happy, cause God will guide me... I believe that.
Everything has it's own time to grow.


Matthew 7:7-8
7"Ask, and it will be given to you; seek, and you will find; knock, and it will be opened to you. 
8"For everyone who asks receives, and he who seeks finds, and to him who knocks it will be opened.

August 10, 2015

Better Plans...


Have you ever? Expect something that you might think you will get it, but then at the end of the day, you realize that maybe it was not supposed to be yours.
Disappointing. Today really makes me disappoint. I feel blue.
Maybe God have something better for me, I only believe. Even though I don't know when.
Sad. I'm so sad. That's why I don't like expecting something, if I don't have it, I'm broken heart.

December 18, 2014

Waiting for the date... *tik-tok-tik-tok

It's been 37/38 w, another 1 or 2 weeks again to gave birth (suppose to be). Nungguin uda cemas-cemas juga, secara aku pengennya lahiran normal aja. Tapi kalau berat bebi nya udah 3.2 kg (hasil USG), gimana kalau ga cukup di panggul? Oh God, semoga lancar-lancar saja.
Kata temen, ada kemungkinan dokter-dokter di RSIA ini sengaja diem-diem aja kalau lihat berat udah segitu karena emang tricknya supaya nantinya ngga bisa lahiran normal, terus akhirnya operasi Caesar. Secara, biaya caesar lebih mahal dan memang buat dokter-dokter itu pasti lebih cepat prosesnya.

Padahal sebenarnya, saat ini sudah mulai mules dan nyeri. Tapi masih berharap bakalan lahir di minggu depan saja. Jadi pas cutinya juga. Syukur-syukur pas mules tanggal 24 Des, lahir di 25 Des. Berharap kan boleh... ^_^
Rencana ambil cuti mulai terakhir di tanggal 24 Des. Berhubung cuti tahunan sisa 3 hari aja, jadi akan diambil di tanggal 29-31 Des. Sementara tanggal 25 Des libur Natal, 26 Des cuti bersama. Tanggal 1 Jan libur Tahun Baru, dan tanggal 2 Jan adalah libur bersama. Jadi mulai cuti 3 bulan di tanggal 5 Jan-5 April. Masuk lagi di tanggal 6 April. Semoga debay bertahan sampai tanggal 24 Des nih. *pray*

Kecemasan anak pertama ini bener-bener agak membingungkan, karena belum ada pengalaman, jadi kemarin dokter juga info, kapan saat yang tepat untuk berangkat ke RS.
1. Mulai siap-siap saat kontraksi sudah mulai teratur, setiap jam ada kontraksi.
2. Saat ada rembesan, berarti ketuban sudah mulai pecah, jadi harus segera ke RS.

Gue ngedengarin info dokter sambil spanning... *panik*
Kontraksi ini seperti apa? Nyeri sampai ke punggung ini gimana? Aduduh... semoga dilancarkan.... Amien.



October 23, 2014

People Who Create Their Own Drama, Deserve Their Own Karma

That proverb are very correct, believe it or not.  This proverb refer to one of my colleague worker (in fact this is my ex-boss). That woman truly annoying for me. Better if she doesn't exist in my world.
So the story was like the madame (that's what we called her) disappointed because her order doesn't work like she was expected. And the drama begin, she started yelling, and criticize me with impolite words. I don't really care about her, really I do. But still shocking about a woman who had 3 children have such a bad mouth and a worst habit. If she said I'm pretending to be fool, and became a real fools. Then I expect her children will accept the worst thing from what she done to other. I couldn't imagine, how can a person becomes such a worst person like that? So arrogant, so annoying, so heartless.

But anyway, now I decide not to involve in her orders. Because I became so emotional if I heard her voice, I'm consider about my child, I don't want to have grudge, it's bad for my health.

October 20, 2014

Seven Month of Pregnancy

Bulan ini usia kehamilan gw udah 7 bulan, dan ditandai dengan debay yang bergerak tanpa ampun. *lap keringat
Berat badan udah naik 10 kg *eaaaa...
Udah mulai males kemana-mana, tidur udah mulai sesak napas gara-gara ga bisa tidur miring. Tiap coba tidur miring, pasti tangan pegel-pegel. Ujung-ujungnya balik lagi telentang, dan sesak napas. My hubby laughing at me. Can't understand, why is that so difficult to change position of sleep. Uncomfortable part of pregnancy, or it's just me who really fools on sleep position?

Back to seven month pregnancy, as a Javanese people (or we can say, because I lived in Java, and came from Jogja) the tradition of mitoni or tingkeban still strong enough from both side (me and my hubby's family). So we decide to held the mitoni in a simple way. Actually we just want to praying together and eating with family. But unfortunately, until now,we still can't find out the catholic community's leader in my residence. So that I can invite our community to pray together. That's mean, we will only invite family, and it will not be held in Catholic way. Only get some food and eat together, to give thanks, also hoping I can give birth smoothly, and my child will always be healthy.

The problem is, I don't know how the mitoni ritual needs or how to simplified this ceremony. My mom said, the most important is gudangan (mix boiled vegetables). Meanwhile from mother-in-law, said that we must provide the Delima fruit. This one I'm not really sure, because some said it's a Betawi tradition, not Javanese. Anyway, the Delima itself very expensive, my hubby bought it for IDR 35.000 each, and we buy 6 pcs.

I'm so curious about the requirement of mitoni, so I browsing on Google, and here's the detail from http://jagadjawi.wordpress.com/2010/01/10/mitoni-ritual-untuk-tujuh-bulan-kehamilan/. It looks very complete.

PERSYARATAN :
1.   Bubur 7 macam :
Kombinasi 7 macam; (1) bubur merah (2) bubur putih (3) merah ditumpangi putih, (4)  putih ditumpangi merah, (5) putih disilang merah, (6) merah disilang putih, (7) baro-baro (bubur putih diatasnya dikasih parutan kelapa dan sisiran gula jawa).
Bubur putih dimakan oleh sang Ayah. Bubur merah dimakan sang Ibu. Bubur yang lain dimakan sekeluarga.
Bahan: Bubur putih gurih (dimasak pake santen) dan bubur merah (dimasak pake gula jawa); Bubur ditaruh di piring kecil-kecil;
2.   Gudangan Mateng  (sayurnya direbus) :
Bahan ; Sayur 7 macam; harus ada kangkung dan kacang. Kangkung dan kacang  panjang jangan dipotong-potong, dibiarkan panjang saja. Semua sayuran direbus.
Bumbu gudangannya pedas.
3.   Nasi Megono ; Nasi dicampur bumbu gudangan pedes lalu dikukus.
4.   Jajan Pasar ; biasanya berisi 7 macam makanan jajanan pasar tradisional.
5.   Rujak ; bumbunya pedas dengan 7 macam buah-buahan.
6.  Ampyang ; ampyang kacang, ampyang wijen dll (7 macam ampyang). Apabila kesulitan mendapatkan 7 macam ampyang, boleh sedapatnya saja.
7.   Aneka Ragam Kolo ;
Kolo kependem (kacang tanah, singkong, talas), kolo gumantung (pepaya), kolo merambat  (ubi/ketela rambat); kacang tanah, singkong, talas, ketela, pepaya. direbus kecuali pepaya. Pepaya yang sudah masak. Masing-masing jenis kolo tidak harus semua, tetapi bisa dipilih salah satu saja. Misalnya kolo kependhem; ambil saja salah satu misalnya kacang tanah. Jika kesulitn mencari kolo yang lain; yang penting ada dua macam kolo ; yakni cangelo; kacang tanah  +  ketela (ubi jalar).
8.   Ketan ; dikukus lalu dibikin bulatan sebesar bola bekel (diameter 3-4 cm); warna putih, merah, hijau, coklat, kuning.
9.   Tumpeng nasi putih; kira-kira cukup untuk makan 7 atau 11, atau 17 orang.
10. Telur ; telur ayam 7 butir.
11. Pisang ; pisang raja dan pisang raja pulut masing-masing satu lirang/sisir.
12. Tumpeng tujuh macam warna; tumpeng dibuat kecil-kecil dengan warna yang berbeda-beda. Bahan nasi biasa yang diwarnai

This is too much! So I skip a lot of them. LOL.
Beside, if I prepare all of the food, I'm pretty sure no one gonna eat this. It's a waste, right? Go green, no waste of food.
Anyway, my mitoni day on Saturday October 25, 2014. Hope it will coup the primary goal of the tradition itself : my pregnancy goes well, my child will be healthy and be a good person. 
Amien.






September 22, 2014

New Cosmetics - Recommended!



Kemarin weekend, gw terima undangan married seorang teman kantor. Setelah sekian lama gw ga kondangan, akhirnya gw harus bersiap-siap rempong make up-an demi temen baik gw itu. Mulailah petualangan dengan mencari make-up, terutama foundation (foundie) yang lumayan awet dan cover up segala bentuk titik-titik hitam dimuka.

Kebetulan hari Minggu, hubby ngajakin cari sepatu buat kondangan karena sepatu lamanya udah pensiun. Iseng-iseng gw coba muter-muter di Matahari Pluit Village bagian kosmetik untuk cari-cari merk yang mungkin masuk budget di kantong. Sempat terpikir untuk beli Maybelline BB Cream aja, atau foundie Maybelline yang agak lumayan. Tapi gw ternyata terhenti di counter seberang Maybelline. Namanya Make Over. Sepintas ini merk kelihatan bagus banget. Gw kirain merk luar, tapi setelah cek dan ricek, ternyata pabriknya sama dengan Wardah. Mungkin versi premiumnya dari Wardah.

Secara penampilan, ini merk cukup menarik. Sama sekali ga keliatan kalau merk lokal. Packagingnya menarik, dan itemnya lumayan lengkap. Kebetulan beautician nya juga ramah. Pas gw bilang  mau cari foundie yang lumayan, dia menawarkan 2 pilihan, Liquid or Creamy. Dengar-dengar dan baca-baca, Liquid lebih cocok untuk muka dengan kulit berminyak, karena hasilnya bisa matte. Sedangkan dengan Creamy, terkadang lebih cepat berminyak. Mbaknya cepat tanggap, langsung dia offer foundie Liquidnya. Dicobain di tangan, kok ga yakin warnanya bisa cover up. Akhirnya dia menawarkan di make-up aja sekalian. Gw pikir-pikir, emang lebih real kalo langsung make up. Jadi gw oke aja dia suruh gw duduk di meja make up, dan mulailah dia beraksi.



Pertama dia pakein gw Make Up Removal, setelah itu pakai Hydration Serum, sebagai primer make-up. Serum ini juga berfungsi sebagai face primer, supaya make up bisa bertahan lama. Kemudian baru pakai Ultra Cover Liquid Matt Foundation #03 Nude Silk. Trik dari beauticiannya, kalau untuk daerah T, harus dipakein lebih banyak supaya ga cepet berminyak. Dengan pemakaian agak lebih tebal, memang ternyata hasilnya cukup bagus. Muka terlihat lebih halus dan cerah. Mbaknya juga memakaikan gw Silky Smooth Translucent Powder #02 Rosy dengan brush supaya hasilnya lebih natural. Setelah itu sedikit menggunakan Face Contour Kit supaya ada shade di pipi. Overall cukup dengan 3 macam produk ini, hasilnya cukup memuaskan. Mbaknya menawari untuk penggunaan lipstick supaya muka tidak pucat, akhirnya gw pilih warna pink nude Ultra Shine Lipstick #13 Everlasting Kiss. Sepertinya ini warna baru, karena gw cek di catalog nya, belum ada.

Demi melihat penampilan yang cukup oke, dan ternyata harganya tidak mahal. Foundie harga IDR 119.000,- dan Lipstick seharga IDR 69.000,-. Quite cheap for a good result like this, akhirnya gw beli juga. Dan setelah sampai rumah, baru nyesel kenapa ga sekalian ngeborong Hydration Serum nya yang cuma seharga IDR 98.000,-. Ga apalah, nanti kalau jalan-jalan lagi, baru borong sekalian Face Contour Kit-nya IDR 105.000,-. For now, I'm happy for what I bought ^^

September 19, 2014

Surprisingly tired... Bored...


Last week I felt so confuse, and a bit upset with my condition. But in the other side, I believe that nothing in coincidence. I've got a great offer, but I can not take it. It's a pity actually, but maybe there's another way for me to reach something better.

Ok, leave it.

Akhir-akhir ini ke kantor rasanya cape sekali.
Mana harus bikin report terus-terusan, ya ampun Tuhaaann... this kinda bulshitt! Gue benci banget sama yang namanya laporan. Masih mendingan kalo laporan itu realistis, kalau cuma buat keren-keren, what for?
Percuma bikin report, kalau tiap saat hasil juga tidak diaplikasikan. Sama seperti meeting terus-terusan, tapi pada akhirnya solusi/keputusan yang ada juga cuma dianggurin. Trus ngapain repot-repot meeting yang never ending? I don't get it!


Today ada survey dari kantor. Anonim sih. Tapi intinya untuk cek dan ricek mengenai company. Gw jawab aja jujur. Menurut gw, yang namanya big company, sudah seharusnya punya standar yang jelas mengenai apapun. Gaji, fasilitas, tunjangan, karir, anything yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan/karyawati nya. Bukan cuma gedung besar aja yang dimodalin. Karena dengan pekerja yang sejahtera, bisa dipastikan 85% akan loyal. Sementara sisanya, pasti akan menjadi kutu loncat untuk karir ataupun tawaran yang mungkin lebih luar biasa. Who can blame them?



Perusahaan yang baik pasti akan menghargai karyawan/karyawatinya. Dengan adanya rasa dihargai, pekerja akan lebih terpacu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menguntungkan perusahaan juga. Kalau ditanya kenapa banyak terjadi turn-over, sebenarnya permasalahan terbesar pasti ada di manajemen. Contohnya, karyawan yang kecewa dengan karirnya, kecewa dengan fasilitasnya, kecewa dengan gajinya, kecewa dengan job-desk yang serabutan tidak sesuai dengan deal awal, atau bahkan kecewa karena tidak adanya training yang tepat sehingga kemampuan tidak mengalami peningkatan.

Di beberapa divisi, terkadang apa yang diinginkan atasan, susah untuk diwujudkan karena atasan cenderung tidak mau tahu kesulitan bawahannya. Menganggap sepele masalah, tetapi juga tidak memberikan solusi yang tepat. Di tengah kebingungan-kebingungan seperti itu, tak ayal karyawan yang tidak mendapatkan pencerahan, memilih mundur dan mencari pekerjaan yang lain.

Jika memang pekerjaan itu tidak sesuai dengan personality kita, sebenarnya tidak cukup baik untuk
dipertahankan. Tapi terkadang, manusia terikat dengan titel-titel yang menyertainya. Entah karena gengsinya, lokasinya, dan yang terpenting : gajinya. Some people meant to be an entrepreneurs, but the other actually fit to be workers. Untuk orang yang biasa bekerja dengan gaji yang rutin dan teratur, menjadi wiraswasta itu cukup berat. Banyak yang harus dipertimbangkan, misalnya biasa selalu pegang duit, trus nantinya jadi kadang banyak, kadang sedikit. Harus benar-benar pintar mengatur keuangan. Tidak semua orang 'lulus' dalam masalah mengatur keuangan.

Pada dasarnya, sebuah perusahaan yang menghargai para pekerjanya dengan selayaknya dan sesuai standar, umumnya bisa berkembang dengan sehat. Perusahaan dan para pekerjanya, dapat bersama-sama membangun situasi dan kondisi yang kondusif demi kemajuan bersama. Kegalauan-kegalauan itulah yang sekarang menyerang gw. Masih 3 bulan sebelum gw akhirnya cuti melahirkan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dihilangkan dari pikiran gw.





September 5, 2014

Mencairkan Jamsostek, Ternyata Tidak Sulit...

Kemarin iseng-iseng mau coba mencairkan duit Jamsostek gw (sekarang BPJS) yang berasal dari kantor lama. Duitnya sih ga seberapa banyak, tapi lumayanlah buat tambahan beli baju hamil #eh. Kebetulan gw udah sesuai dengan persyaratannya, yaitu minimal sudah berhenti selama 5 tahun 1 bulan, sementara gw udah 7 tahun. Rencana pencairan ini juga karena gw denger dari saudara, kalau sekarang proses tersebut lebih mudah selama persyaratan dokumen sudah dipenuhi.

Yang ribetnya pada waktu itu justru malah mencari lokasi Jamsostek terdekat. Seingat gw, di arah daan mogot, dekat perempatan cengkareng ada. Tapi saat gw kesana, kok sudah closed. Bahkan gedungnya disewakan. Amsiong dah! Berbekal Goggle Maps, akhirnya ketemu yang dekat sana, yaitu Cabang Grogol. Karena cek nya hanya dari G-Maps, gw ga yakin lokasinya di sebelah kiri or kanan jalan. Ternyata gw kebablasan, tau-tau udah sampe perempatan Grogol. Luarrr biasaaa!!
Pantang menyerah, gw balik nyariin lagi. Akhirnya ketemu juga, dari arah CL disebelah kiri jalan. Pantas aja kaga ketemu, namanya udah ganti jadi BPJS. Hahaha...

Persyaratan yang diminta untuk pencairan tersebut tidak terlalu banyak, cukup :
- Kartu Jamsostek,
- Surat Paklaring (dan duplikatnya/copy),
- KK (dan duplikatnya/copy),
- KTP (dan duplikatnya/copy),
- Buku tabungan (dan duplikatnya/copy) jika ingin uangnya ditransfer.
Kemudian setelah semua lengkap, kita mengisi form yang diberikan disana. Nanti dokumen tersebut dikumpulkan oleh petugas untuk dicek kelengkapannya, dan diberikan nomer antrian. Berhubung gw lupa Buku Tabungan, terpaksa gw minta pencairan cash. Mbak Tellernya setuju setelah cek dana Jamsostek gw masih 'ga seberapa'. Akhirnya setelah menunggu sekitar 3 jam, kelar juga semua prosesnya. Jamsostek gw bisa diambil cash.
Lega juga, pendingan satu persatu berkurang... :)


August 29, 2014

Perpanjangan Passport, Done!

Setelah sekian lama, akhirnya gw menyempatkan diri untuk mengurus passport yang uda hampir expired di bulan depan (September). Awalnya agak males-males juga ngurusin sendiri ke imigrasi, tapi setelah browsing sana-sini, nanya kanan-kiri, akhirnya gw putuskan untuk urus passport sendiri. Toh gw juga ga lagi buru-buru, pikir gw begitu. Lagipula setelah cek biaya c*lo (nuttttt-sensor) selesai dalam 4-5 hari itu bayar 600 ribu. Sementara kalo urus sendiri, biayanya per 2014 ini 355 ribu, untuk passport biasa. Untuk biaya lengkapnya, bisa cek disini : http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#masa-berlaku-dan-biaya.












Akhirnya gw coba daftar online dulu di link : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp, menghemat waktu ceritanya. Sebelumnya (waktu liburan sekolah anak-anak di bulan Juli) gw sempat mencoba daftar online, ternyata ga dapat reply email dari imigrasi. Kali ini gw coba lagi, mengingat sekarang bulan 'biasa', bukan liburan, semoga bisa sukses pendaftaran onlinenya. Ternyata memang benar sesuai prediksi, pendaftarannya lancar jaya. Begitu submit langsung email notifikasi dari Imigrasi gw terima. Di notifikasinya tertulis kita harus bayar 355 ribu melalu setoran BNI dengan nomer sekian-sekian. Slip ini tinggal kita bawa aja ke BNI nya, mereka uda tau harus bagaimana. Nanti setelah dilakukan pembayaran, BNI akan kasi kita bukti pembayaran, dan bisa kita langsung klik link konfirmasi yang dikirimkan oleh email dari Imigrasi sebelumnya.
Setelah konfirmasi bukti pembayaran, kita bisa pilih tanggal kedatangan di Imigrasi yang diinginkan. Udah gitu aja, done proses pertama.

Akhirnya setelah dapat konfirmasi tanggal by email, berangkatlah gw pagi-pagi untuk urus ini passport. Sempet juga terbersit pikiran, ngurus passport ini bakalan sampe bubar makan siang, secara pembuatan awal di Imigrasi Jakarta Barat, lama banget. Antrinya panjang. Kali ini gw coba di Imigrasi Bandara Soetta, karena dekat dengan rumah. Tapi gw tetap ga yakin bakalan cepat, jadi gw sampe bawa bekal makan siang, kali-kali aja ngga bisa ditinggalin itu antrian buat cari makan.

Jam 7 kurang 15, gw sampe di kantor Imigrasinya. Dapat parkir ciamik, dibawah pohon yang gersang, tapi masih oke lah. Antrian sudah ada sekitar 15 orang. Lumayan pagi juga mereka, entah nyampai di Imigrasi jam berapa, mungkin jam 6 udah antri kali ya. Langsung gw cari tempat duduk sesuai urutan aja, jadi di bagian paking belakang. Ada enci-enci mau perpanjangan juga, nanya-nanya antrian dari mana, gw jawab antrian dari deket pos satpam, makin kesini makin belakang. Akhirnya malah kita ngobrol juga, ternyata mereka belum daftar online, jadi masih manual. Untuk manual dibatasi 70 orang, sementara untuk online sampai 100 orang. Karena gw datang pagi dan online, gw dapat antrian nomer 3. Not bad!

Tunggu punya tunggu, karena kantornya buka jam 8. Gw cek persyaratan gw dulu, sebenernya perpanjangan itu syaratnya ga rempong cukup sbb :
1. Akte kelahiran dan foto copy-nya
2. KK Keluarga dan foto copy-nya
3. KTP dan foto copy-nya. Jangan lupa, untuk KTP harus di foto copy di kertas A4, ga boleh dipotong.
4. Paspor lama dan foto copy-nya.
Ternyata setelah cek dan ricek, Akte Kelahiran asli ketinggalan dirumah. Duh, mati deh. Mana KTPnya gw copy tapi dipotong pula. Ya udah akhirnya ke fotocopy-an dan copy ulang untuk KTP nya.

Jam 8 pas, pintu dibuka dan dipanggil. Gw cepet dipanggil karena antrian no.3. Langsung menuju loket untuk menyerahkan bukti transfer BNI. Kemudian dikasih nomer untuk antri di ruang cek dokumen. Sekitar 10 menit kemudian, gw dipanggil. Gw serahkan semua dokumen, dan bilang dengan jujur ke Ibu yang cek dokumen, kalau Akte gw ketinggalan. Ternyata dengan santainya dia bilang gak apa-apa. Thanks God!
Proses cek kelar dalam 5 menit. Kemudian dia info untuk antri foto jam 9. Sambil menunggu, ternyata gw sempat beli minum juga di kantin mereka. Tapi mahal Bo! Cuma teh kotak aja dijual 5000. Hahaha... namanya juga aji mumpung ya. Sekali-sekali ya sudahlah...

Jam 9 lebih 10 menit gw dipanggil buat foto. Setelah sedikit retouch, akhirnya sesi foto dimulai. Si Ibu sempat nanya, mau diulang lagi ga. Gw ga pake malu-malu minta kaca supaya rambut bisa ditata. Si Ibu baik juga nyariin kaca, hahaha... Dan sesi shot kedua dilakukan. Hasilnya mendingan, walopun ngga bagus-bagus amat. Ya gw lagi gendut karena hamil, apa boleh buat. Akhirnya sesi foto selesai, gw diminta balik ambil passport 3 hari dari hari itu. Passport, done!


August 11, 2014

Minggu Pertama dengan ART plus Bad Service Nex TV Kabel

Memang nikmat punya ART. Pulang kerja lihat rumah bersih dan rapi, wuih rasanya luar biasaaa..... *senyum-senyum terus*
Sekarang udah mulai bisa sekalian menyusun daftar menu sebulan. Jadi bisa bawa bekal ke kantor juga. Lumayan lah... Agenda pengiritan karena banyak pengeluaran juga sejak hamil.
Repotnya adalah hubby yang serba ga doyan. Dikasih makanan simpel, kek sayur bayam, sayur kangkung, tempe goreng, suka ga doyan. Jadi rempong juga ya bikinnya. Harus pikir baik-baik menu apa yang sekiranya si mbak bisa masak, dan hubby doyan.
Mengingat lagi hamil, gw harus cari menu yang 'menyehatkan'. Jadi sebisa mungkin menghindari gorengan. Tapi mbak ini perlu diuji duluan, bisa masak apa aja nih. Kalau memang enak, ya bolehlah diminta masak yang lebih ribet daripada sekedar oseng/tumis dan goreng.

Btw, mengenai masalah rumah, gw masih harus beli rak sepatu untuk merapikan ruang. Kemarin weekend sudah sempat nyicil beli kursi dan meja untuk teras. Satu persatu baru nih bisa dibenahi. Jadi tinggal bikin lemari baju dan kitchen set aja.
Rencana kedepan sih, "Ada barang tak terpakai, jual saja di olx.com". Target bersih-bersih rumah, jual spring bed (diganti yang single tapi 2 in 1). Trus jual sofa yang makan tempat itu, ke 3 seat atau 2-1 seat aja. Plus jual tv tabung LG yang belum rusak tapi gak kepake (yang ini harus dicoba nyalain dulu sih). Semoga bisa cepet beres sebelum dedeknya nongol.

Kebetulan seminggu ini tv kabel rumah sedang error. Pengalaman buruk dengan Nexmedia, suka ngerjain orang lain. Udah complain 3x, katanya teknisi diaturin kunjungan, eh ngilang aja ga ada kabar. Keterlaluan sekali. Dia pikir kita orang itu pengangguran, kerjaan cuma tunggu dia punya teknisi doang? Yeah, right! Seharusnya kalo emang udah diaturin kunjungan, sempat gak sempat, harus lah kasih kabar ke customer. Jangan main kabur aja. Emangnya dia doang yang punya tv kabel? Buruk memang Nexmedia ini ternyata. Kecewa berat. Pelayanan purna jualnya sungguh buruk, ga seperti iklannya yang muluk-muluk.


August 7, 2014

Finally, Menemukan Asisten Rumah Tangga!

Pagi ini cukup hepi. Akhirnya kemarin gw & hubby mendapatkan Asisten Rumah Tangga (ART) juga setelah mencoba mencari cukup lama. Mbak Sum namanya. Asli dari Purwodadi.
Jadi ceritanya ini ART adalah sodara (keponakan) dari ART tetangganya mertua di Bintaro sono. Dulunya 'katanya' pengalaman kerja di Semarang, trus pengen ikutan kerja di Jakarta, jadilah dia ART kami.

Sekarang ini cari ART susahnya amit-amit. Selain karena banyak yang beranggapan kerjaan ART ini kurang bergengsi, juga banyaknya serbuan iming-iming jadi TKI oleh perusahaan penyalur jasa. Padahal ya, jadi TKI itu ga gampang, udah harus bayar buat perijinannya, pun banyak cerita para TKI ini (terutama TKW) mendapatkan siksaan yang luar biasa kejam dari majikannya. Yang aku heran, tetap aja tuh mereka tergoda iming-iming palsu begitu. Mungkin kesannya keren dan bergengsi kalau pulang ke kampung, ditanya kerja apa, jawabnya : "Gue kerja di Hongkong", atau : "Gue kerja di Arab". Pulang-pulang bisa renovasi rumah, dan lain-lain.

Tapi coba kalau mereka pikir baik-baik ya, jadi TKI itu sebenernya kebanyakan cuma karena pemerintah dapat devisa yang besar. Kalau mereka diperlakukan tidak manusiawi, emang pemerintah bisa langsung turun tangan? Kalau ngga masuk media, mana diurus sih? Belum termasuk yang pulang-pulang uda bawa anak. Ya keren sih, anaknya blasteran. Itu juga syukur-syukur kalau Bapaknya mengakui, kalo engga? Ya siap-siap besarin anak ga jelas aja.

Sedangkan kalau mereka kerja di negara asal (aka Indonesia), despite of pikiran mereka soal "ngga bergengsi", justru mereka masih bisa pulang rumah ngga perlu setahun sekali. Pun tiket ngga mahal-mahal banget. Anggap aja gaji mereka sekitar 1 juta, tapi tempat tinggal dan makanan uda ditanggung. Sekarang malah kebanyakan uang pulsa juga dikasih, min. 25 ribu adalah. Kalau expense mereka cuma ke shampoo/sabun or jajan, paling-paling sebulan abis 200 ribu. Masih bisa saving sekitar 800 ribu perbulan, dikali 12 bulan udah 9,6 juta. Kalau ditempat gw, malah dapat THR juga 1x gaji. Berarti total bisa 10,6 juta. Kan lumayan tuh. Ngurusin rumah doang, sementara gw & hubby kerja, dirumah cuma bersih-bersih, nyuci, setrika, masak (seadanya). Kalau kita ngantor, dia mah bebas nonton tv, denger radio, dll. Yang penting kami balik, rumah beres. Udah gitu doang. Enak kan?

Tapi ya seperti pepatah jawa : "awang sinawang". Kadang kita lihat sebenernya cukup oke, mungkin buat yang ngejalanin terasa berat. But that's a life. Semua pilihan pasti ada resikonya, tinggal kita yang tentukan, resiko mana yang lebih "worth to fight for".


June 16, 2014

Carnivor, the Meat Company at PIK

Kemarin Minggu, sepulang gereja di Regina Caeli PIK, gue dan hubby iseng-iseng pengen memuaskan keinginan untuk makan steak. Pertama-tama, terpikirkan untuk makan di Holycow! Steak jalan Panjang, tapi dengan pertimbangan lokasi cukup jauh dari PIK, dan hubby malas nyetir jauh-jauh, jadilah kita mau cobain aja steak daerah PIK.

Ada beberapa tempat yang kita pertimbangkan, secara kita jarang kongkow di PIK. Pertama adalah Steak Gunting, kemudian Smokey Ribs, and the last one is Carnivor. Setelah mempertimbangkan review dan tentunya... tempat parkir! Sampailah pada kesimpulan ke Carnivor saja. Sebelum kesana, kita mampir dulu ke All Fresh Fruit Market di deket Burger King PIK. Ceritanya mo beli jeruk doang buat gue, tapi jadi tergoda beli : Rujak! Yang kepengen justru si hubby, dan beli ga tanggung-tanggung, nyaris 1 kg. Harga per varian buahnya Rp. 8800,-/100gr, hubby kalap. Dibelinya jambu (manisan), jambu air, mangga, jeruk bali, pepaya, bengkuang, buah naga. Lengkap deh. Total ngerujak : 87.000. Hahaha... ngerujak termahal nih sepertinya. Tapi berhubung buahnya segar dan manis, ngga rugi sih buang duit buat makanan sehat.

Abis puas ngerujak, jalanlah kita menuju Carnivor - The Meat Company. Untunglah parkir juga tidak susah, langsung nemu tempat didepan restonya. Suasana restonya cukup menyenangkan. Hommy dan memang cocok untuk nongki. Menunya pun menggiurkan... Ada pork dan beef. Kali ini gw pesen : Beef Belly Grilled, sementara hubby pesan Babyback Pork Grilled. Harga Beef Belly @95rb, sedangkan Babyback @135rb.



Ternyata rasanya, lezatosss! Enak bener... Abuba sih lewat ya... Pokoknya ini worth to try banget lah.
Can't hardly wait to go back for another menu ^^

June 3, 2014

HB rendah, kata dokter : Infus saja... Should I?


Kemarin sore, gw cek pregnancy lagi di RSIA Grand Family. Kebetulan sekalian ambil hasil tes lab untuk TORCH juga. Ternyata hasil lab untuk TORCH baik, tapi Hemoglobin nya kata dokter kurang, disarankan untuk infus. Nah loh! Secara gw pikir, daripada infus, lebih baik dari makanan aja kan ya? Lagian gw cuma dibawah standar sedikit kok, normalnya 12-14, gw 11.7. Ngga jauh-jauh amat kan ya?

Iseng-iseng gw searching aja di inet, mengenai Hemoglobin ini.

KOMPAS.com - Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, hemoglobin juga memainkan peran penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah


Baca di : http://obgynmag.blogspot.com/2012/06/kadar-hemoglobin-dalam-kehamilan.html
Standar hemoglobin menurut blog tersebut :

Kehamilan trimester I kadar hemoglobin 11g/dl dan hematokrit 33%. 
Pada Trimester II kadar hemoglobin 10,5g/dl dan hematokrit 32%.  
Sedangkan untuk trimester III hemoglobin 11g/dl dan hematokrit 33% (Malee, 2008)

Kemudian kadar hemoglobin menurut WHO :

Jenis Kelamin
Hb Normal
Lahir ( aterm )
Perempuan dewasa : tidak hamil
Perempuan dewasa : hamil
Trimester pertama   : 0 – 12 minggu
Trimester kedua      : 13 – 28 minggu
Trimester ketiga      : 29 aterm
13.5 – 18.5
12.0 – 15.0

11.0 – 14.0
10.5 – 14.0
11.0 – 14.0

Kalau melihat keterangan diatas, seharusnya gw sih masih normal. Jadi daripada infus, sepertinya mendingan diperbanyak makanan penambah Hb seperti yang diambil dari Kompas.com : http://health.kompas.com/read/2012/03/16/15060319/5.Makanan.Peningkat.Hemoglobin

* Daging merah: Meski belakangan ini daging merah kerap mendapat reputasi buruk. Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.

* Sayuran : Beetroot, bayam, kacang polong, kubis, lobak, kentang dan kembang kol adalah sayuran sekaligus obat alami untuk meningkatkan jumlah darah, ia memiliki kemampuan untuk regenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah, memasok oksigen segar ke darah.

* Buah-buahan : Buah-buahan seperti kismis, plum, buah ara kering, aprikot, apel, anggur dan semangka tidak hanya membantu sel-sel darah merah mengalir tetapi juga meningkatkan jumlah darah. Bahkan, aneka produk buah jeruk juga dipercaya mampu untuk memikat zat besi.

* Kacang: Hampir semua kacang memiliki kandungan zat besi di dalamnya, meski ada beberapa jenis kacang yang tidak memilikinya. Dari semua jenis kacang yang ada, kacang almond merupakan jenis yang memiliki kandungan zat besi paling tinggi. Satu ons almond setiap hari menyediakan sedikitnya 6 persen dari kebutuhan zat besi.

* Roti, Pasta, Sereal: Periksalah label pada kemasan roti gandum, pasta, dan sereal yang Anda beli. Setiap paket harus mengandung 20 persen atau lebih dari nilai harian asupan zat besi. Gandum menawarkan banyak manfaat kesehatan yang setiap orang harus mencoba memasukkannya ke dalam diet sehari-hari, karena kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya.
Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.

Must try! Semangat!


My Newest Thought

Operasi Gigi Geraham Bungsu (Menggunakan BPJS 2020)

Hai semuanya, kali ini gue mau share tentang pengalaman gue operasi gigi geraham bungsu atas bawah, sebanyak 4 gigi. Yes, 4 gigi sekaligus! ...