Showing posts with label working mom. Show all posts
Showing posts with label working mom. Show all posts

July 3, 2018

My Lipstick Adventure

Okay, today gue mau sharing mengenai lipstick! Yes, lipstick kesayangan gue yang memang hanya segelintir yang terasa cocok dan sesuai budget, maklum ga punya duit emak irit. Jadi sebisa mungkin pakai lipstick yang cocok dengan bibir, muka dan pastinya kantong. 😂😂😂

Here we go...

Sebelumnya gue pernah iseng pakai merk LA GIRL matte Flat Finish, yang cukup murmer. Awalnya gue tertarik karena banyak review yang bilang ini lipstick bagus dan cukup pigmented. Gue lihat shade nya lumayan lengkap juga. Kebetulan gue demen warna coral (nearly orange), jadi gue menjatuhkan pilihan ke Instinct. Di bibir gue sih warna ini cukup bagus, cuma kalo soal tahan lama nya sih, menurut gue sih abis dipakai makan langsung memudar banget. Jadi sepertinya cuma tahan 3-4 jam sih.




Next gue pengen punya warna yang lebih natural (nude), gue beli lah Dreamy. Nah yang satu ini entah beda di ingredients yang mana, gue ga tau. Yang jelas saat diaplikasikan agak susah merata. Apa mungkin memang tipe lip cream warna nude lebih susah diaplikasikan ya? Hasil sih cukup so-so, tapi ya sekali lagi, merasa too dry di bibir dan ga tahan lama. Dreamy gue belom fotoin deh.

Ini shades dari LA Girl Matte nya:



Karena gue merasa ga gitu cocok pakai lip cream, gue cobain juga lipstick LA Girl yang Flat Velvet.
Dari sekian colors, pilihan gue jatuh ke Frisky karena menurut gue agak mendekati orange. But surprisingly, begitu terima barangnya (maklum beli online), kok lebih ke pink daripada coral. Walaupun di muka masuk, tapi entah kenapa ga gitu suka lipstick yang warnanya nge-pink.



Sempat juga cobain Maybelline Velvet Matte Lipstick karena iseng liat warna coralnya cukup oke. Yang gue pilih swatches Matt 5. Hasilnya sih cukup OK, tapi sayangnya ga pigmented, jadi perlu di retouch tiap 2-3 jam. Warnanya sih sesuai dengan muka gue dan ga bikin bibir dry. Variannya cukup banyak sebetulnya, namun rata-rata warnanya pink dan red.

gambar dari www.heartbowsmakeup.com


Berhubung namanya cewe ya, hunting lipstick tuh emang tiada henti. Sempat juga iseng beli merk Nabi. Kali ini beli shades Orange Red yang mirip sama LA Girl yang Instinct. But somehow, you get what you pay for. Lipstick ini murah banget, cuma sekitar IDR 30.000 (kalo ga salah), tapi ya emang susah diaplikasikan. Selalu ga rata, dan dibibir itu sekali dipakai, susah di retouch karena bakalan belang-belang. Entah kenapa, gue ga merasa pas dengan lip cream ini. Jadi akhirnya ya ini lipstick nganggur deh. 


Akhirnya setelah bolak balik coba lipstick, jatuhlah pilihan ke merk NYX matte lip cream. Nah untuk yang satu ini, pencarianku (sepertinya) berhenti karena sudah menemukan yang cucok. Dengan harga sekitar IDR 70 ribu-an di Shopee or Tokopedia, hasilnya di bibir jauh lebih enak. Matte nya memang cukup bertahan, terutama untuk warna-warna yang dark red, kebetulan yang gue beli adalah Madrid dan Monte Carlo. Sementara untuk warna-warna natural, gue beli shades Stockholm dan Dallas. Gue ada beli Manila, but I think this one is too pinky.

Kiri bawah: Monte Carlo dan Stockholm
Kanan atas: Madrid dan Dallas


Overall gue udah cocok banget dengan merk ini, kemungkinan besar sih ga akan berpindah ke lain hati. Yang pengen gue coba selanjutnya adalah warna Cannes dan mungkin Copenhagen.  Aplikasinya tidak susah, cukup pigmented dari pagi sampai siang (apalagi jika tidak makan),  dan ramah di kantong. membuat banyak perempuan memilih merk ini. Seriously worth to try girls.



May 28, 2018

Being Alone Doesn't Mean Lonely


Sekedar kepengen sharing mengenai perubahan status gue saat ini. Problem dari status single tuh adalah banyaknya orang yang berpikir bahwa gue kesepian, or butuh kasih sayang. And so they try to playing around with me, asking some impolite questions just to see how I react. Mungkin kalo ditanggapi, ya berarti umpan kena, dan berlanjut dengan keisengan lainnya?

Basically sih, gue ngerasa those people really don’t understand that I choose this decision because I knew I won’t be happy If I stay. Jadi semua resiko yang ada, ya gue terima. Bukan berarti gue akan down dan harus mencari pengganti supaya bisa having fun. Salah besar!

There’s a good advice from a community for people with experience same as I do, “Cutting contact with toxic people will transform your life. At first, it feels miserable. Like you’re going cold turkey, from an addiction. But as time goes on, you come to discover that each passing day brings unexpected new blessings. You begin to develop self-respect, boundaries, and true friendships.”

When people make you feel unwanted, don’t leave to make them feel sad or guilty, they won’t. Leave because you no longer have a reason to stay. What is meant to be will end up good and what is not, it won’t. Love is worth fighting for, but sometimes you can’t be the only one fighting.  

Gue sudah memilih ini bukan karena ego gue. Jangan pernah bilang kalau seharusnya gue lebih sabar dan mengalah. Relationship was never about one side, it’s always both sides. Gue sih yakin banget, kalaupun gue mengalah, pasti ujung-ujungnya juga terjadi lagi. Wasting time and energy. Gue sadar, setelah gue mengajukan hal ini, pasti yang terjadi adalah pressure yang terus-terusan dari orang yang sakit jiwa macam dia. Tapi kan ga mungkin juga gue harus bertahan dalam suatu hubungan yang membuat gue terpuruk bukannya makin maju. Ga ada tempat untuk mengembangkan diri karena tidak pernah ada dukungan buat gue. Should I live that way? Relationship should enrich people, not make others feels smaller.    

But I must admit, that I also feel some sort of broken heart feeling lately, to the person that once  filled my emptiness. I MISS THE MOMENT WHEN I CAN SHARE ALL MY FEELING, BUT I KNOW IT'S NOT A GOOD THING TO CHASE SOMEONE THAT WASN'T NEVER MEANT TO BE WITH YOU. Sad but true. I better leave the memories behind and starts the new one.
Wise man said: "To feel complete, you don't need some one else. You just need to love yourself and listen to what your heart says." 
  

April 3, 2016

Investasi, perlu banget ngga sih?

Ngebahas masalah investasi ini, gue sempat ngerasa nyesel. Why? Because I just realized how important this matter after 30-something. Sebelumnya, bisa dibilang duit gue gampang ngacir buat beli elektronik dan gadget. Ya maklumlah, hobby susah ditinggalkan. Apalagi kalau udah kerja dan menghasilkan duit sendiri, rasanya kek ada excuse yang mengamini: “Ah masa kerja susah-susah ga bisa dinikmati?” hahaha… (Such a klise).
Anyway, untuk soal travelling sih gue ga pernah nyesel. Never-ever. Soalnya travelling itu in the other side adalah experience, and experience is something precious. So I won’t mind for that.

Back to invest question. Basically, after 30-something gue baru ngerasa, gile gue kerja sekian lama dapat apa sih? Something yang bisa gue pake atau nantinya yang anak gue bisa nikmati? So far, yang gue punya cuma tabungan, dan asuransi. Asuransi juga ga seberapa, paling-paling kalo gue ga ada, anak gue cuma dapet ratusan juta. Buat bayar kuliah juga lenyap itu ya, tapi apa iya mo dapet duit harus nunggu gue ga ada? Sementara you knowlah, laki gue lebih focus ke kinian (today-today-today) daripada mikir : what we have in the next 10 years? Masa sih lu mau banggain beli mobil a-z tapi dana anak belum lo pikirin dari sekarang? Ridiculous, isn’t it?

But after struggling with my own self-consciousness, I decide in last year, gue bakalan ikutan reksadana aja. Hal ini juga didorong oleh gue punya temen yang jago bingits main saham. She’s awesome! So that moment she advise me, untuk rencana jangka panjang, for example like school fees, or medical, which is maybe my daughter need in another 5 years, I could invest on mutual funds. Nah, dia suggest gue, kalo mau jangka panjang, gue harus ambil yang aman aja, naik, tapi ga progresif. Jadi model combine lah dengan pendapatan tetap, ga sepenuhnya saham. Kalo cece gue suruh beli Schroders, tapi karena beli ini harus ke cabang Bank Mandiri utama (or Commonwealth Bank, cmiiw), gue gak sempat. Jadi gue ngikutin temen aja, di SAM (Samuel Asset Management). Gue ambil yang SAM Indonesia Equity Fund dan SAM Syariah Berimbang.

Problemnya adalah, gue masih terlalu oon buat ngikutin: kapan gue harus top up? Jadi gue harus sering Tanya dengan temen gue yang cerdas cadas ini, gue bilang kalau lu mau top up, kabari gue ya. Hahaha… tapi lama-lama gue juga penasaran sebenernya, how to knowing when the right time to top up? Dia ajarin gue supaya download aplikasi Bloomberg di smartphone, karena dari situ bisa dipantau naik-turunnya. Good idea lah. Gue saat ini lagi mencoba, lumayan kalau bisa dalam 5 tahun menghasilkan duit buat anak gue sekolah.
Nah selain itu, gue juga investasi manual (maksudnya ga melibatkan saham), yaitu logam mulia. Ini udah paling aman dan gampang. Tinggal nitip cece ke Antam atau gedung Logam Mulia (Pulogadung) udah deh, tapi ya teteup sih, nitip juga ujung-ujungnya. Maklumlah, gue tinggal di desa, jauh mau kemana-mana… *curcol mode.

Harapan gue sih, setidaknya nanti saat anak gue perlu duit, gue masih bisa kasih dia sesuatu lah. Jangan sampai nih, sebagai orang tua saat ada duit justru diabis-abisin demi kesenangan sendiri. Ga mikirin kalau dunia itu berputar, kadang diatas-kadang dibawah.
Gue ada cerita soalnya, sebuah keluarga yang awalnya ga punya, tiba-tiba karena lahan basah suddenly punya duit banyak. Sebagai kepala keluarga yang melarang istrinya bekerja (katanya kalau istri bekerja gak menghormati suami – alasan klise karena ego), cuma dia seorang yang menghasilkan duit. But instead on focusing their children’s future. Ini malah duit dihabis-habiskan hanya untuk gonta ganti mobil. Kebayang ga, pada jamannya, duitnya banyak bukan diinvestasikan ke property, atau sesuatu yang berharga di masa depan, malah dihabiskan dengan ngejar gengsi. Mungkin disitulah peran penting edukasi ya? Intinya setelah dia ga ada, yang tersisa cuma rumah di pinggiran kota yang butuh banyak renovasi, istri yang hanya ngarep uang pensiunan suami yang ga ada, dan 2 anak yang mau ga mau harus mulai dari 0 untuk for example : beli rumah saat nikah. Padahal seandainya sang suami dulu berpikir: family comes first. Pasti saat dia punya uang banyak, dibelikan anaknya rumah satu-satu. Setelah dia ngga ada, ya udah terserah anaknya mau ditempati atau dijual. Yang jelas kalau dulu (tahun 90-an) beli rumah 100 juta, bisa dipastikan tahun sekarang mungkin bisa mencapai 1M bahkan lebih (tergantung lokasi).

Dari case itu, gue belajar bahwa kebahagiaan sesaat, dalam case ini adalah gonta-ganti mobil untuk kepuasan pribadi dan mengejar gengsi (karena sebelumnya dianggap keluarga yang kurang mampu dibandingkan saudara yang lain), tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna di kemudian hari. You know what, seorang anak itu mencontoh orang tuanya. Kalau saat itu, ada ketegasan bahwa investasi itu penting, gue rasa anak-anak pasti ngikutin. Mana mungkin seorang anak umur belasan tahun mengerti apa yang dibutuhkan dia 10-20 tahun kemudian? Pastilah apa yang dilakukan orang tuanya (saat itu) dianggap yang paling the best. Itulah penyebab kesesatan pikiran dari anak-anaknya. Karena didikan itu (menghabiskan uang untuk terlihat “wah”) dianggap “membahagiakan keluarga”, kalau saat ini dibilang “salah didikan” pasti ngga akan terima. Karena mereka mikirnya: “Gue saat itu happy, kenapa lo sirik?” Meskipun sekarang berakhir dengan have nothing. Padahal dia mungkin ga mikir, seandainya mereka dibelikan rumah, pasti saat ini yang dipikir adalah: “Syukurlah, bokap gue dulu pinter banget” See? Everybody’s happy in the next 10-20 years, hanya dengan keputusan bahwa Investasi itu penting sejak dini.

Mengikuti gengsi supaya dianggap “wah” itu ga ada gunanya by the end of the day, kenapa? Karena yang menikmati hanya dia dan keluarganya saat itu. Ingat “saat itu”. Karena saat ini, mereka ga menyisakan apa-apa lagi selain kenangan. Sementara anak-anak tersebut pada akhirnya akan punya keluarga, tapi secara masa depan, orang tua tersebut justru memaksa anak-anaknya bekerja lebih keras. Padahal sebagai orang tua normal, seharusnya lebih memikirkan kebahagiaan anak jangka panjang, bukan hanya 1-5 tahun saat uang ada. Lebih buruknya, anak-anak sudah ter-brain wash bahwa style mengejar gengsi itu perlu dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang, sehingga mereka akan membawa keluarga baru mereka dengan style pamer uang (kalau ada) dan hidup dengan omong besar. Lebih besar pasak daripada tiang. Ketakutan kalau dinilai orang lain bukan orang kaya, dan berakting seperti (masih) jadi orang kaya walaupun duit pas-pasan. Soal masa depan keluarganya urusan nanti, yang penting keliatan (seperti) orang kaya. Kasihan istri dan anak, hidup dengan rasa was-was, terjamin atau tidak hidupnya, tidak dipedulikan. Yang penting duit buat hobby dan gaya-gaya-an ada. Hobby mau gonta-ganti mobil karena merk, bukan karena fungsi. Padahal duit belum turah-turah (duit banyak nganggur) tapi udah mau ini-itu.


Wah didikan keluarga begini memang hanya meninggalkan problem lebih besar saja ke orang lain. Double troubles!        


March 28, 2016

Ordinary is not an option, how to overcome Glossophobia?

Makin menua, makin merasa sepertinya gue hidup salah jalan.
Why?

Hidup gue terlalu ordinary. I'm too afraid to stand up for my own opinion. Maybe I have syndrome glossophobia, alias takut bicara di depan umum. That's suck! Really!
Gue lagi mikir, what makes me so nervous in front of people.




Glossophobia is the fear of public speaking. The word glossophobia comes from the Greek γλῶσσα glōssa, meaning tongue, and φόβος phobos, fear or dread.

People who suffer from glossophobia tend to freeze in front of any audience, even a couple of people. They find their mouth dries up, their voice is weak and their body starts shaking. They may even sweat, go red and feel their heart thumping rapidly. 

Beneran dah... penyakit satu ini sungguh merepotkan. Waktu gue seharusnya speak up, gue malah mengkeret. Memikirkan apakah pikiran yang mau gue utarakan ini sudah benar, apakah gue terlihat punya otak, atau sedangkal lubang di jalanan yang rusak. Too much thinking, and do nothing.
Gue lagi berusaha, how to overcome this problem. How to be a better person, by acting and speak up what's on my mind. Berat banget, apalagi kalau gue belum menguasai topik. Langsung tingkat kepedean mendekati 0, bahkan minus. Suara jadi shaky dan gue deg-degan serasa mo pingsan, Trauma apa ya, yang bikin gue jadi begini.

It can happen in the workplace where the manager experiences panic attacks at the thought of making a presentation to her superiors. It can happen at home where the job-seeker becomes emotionally distraught before going on a job interview. It can happen at a party where the possibility of meeting someone new is curtailed by butterflies in the stomach and sweaty palms. The thought of speaking in public can leave us frozen with fear. It can also cause us to miss out on many academic, social, and career opportunities.


So, harus gimana ya gue. Kok berat banget mengatasi ini. Some say, gue malah harus sering-sering bicara di depan umum. Aduh, mikirin itu aja uda keder gue. Ya ampun...

January 26, 2016

Felicia is Turning 1!

Hurrayyy! Felice is now turning 1!
My cutiepie already 12 months, and she's growing so fast.

Sekarang Felice udah punya 4 gigi. Gigi bawah uda keluar 2 biji, gigi atas juga keluar 2. Sejauh ini makannya udah lumayan, ga sesusah sebelumnya yang cuma mau makan seuprit.

Acara ulang tahunnya Felice diadakan 2 kali. Yang pertama di rumah, undang anak-anak tetangga yang teman main Felice aja. Itu juga karena ga mau besar-besaran, cuma undang 12 anak kisaran 1-3 tahun, 6 girls and 6 boys.
Persiapannya agak rempong, karena gue baru terlintas ide seminggu sebelum Felice bday. Jadi gerabag-gerubug siapin. Rencana sih kasih goodie bag, isinya snack sama tempat minum. Tapi waktu itu belum ada ide, mau kasi apa aja, dan bujet berapa. Setelah beberapa hari browsing, ketemu juga tempat minum mirip tupperware kids yang piyo-piyo dan minion. Trus after browsing lebih lama, akhirnya fix idenya : tas ultah, tempat minum cleo, dan theme's nya minion dan kitty.

Berhubung tas ultah ini minimal order 2 lusin (kalau mau disablon) ya udah gue oke aja. 1 lusin minion kuning, 1 lusin hello kitty pink. Pesennya aja di Jawa Tengah (Kudus), pake ongkir kilat JNE 18.000. But it's Ok lah. Done.

Lanjut ke botol minumnya. Ini yang agak rempong, berhubung beli online, harus rajin browsing cari yang termurah. Rencana beli 18 biji (1.5 lusin). Awalnya nemu yang 7000, tapi kok ongkir sampai 3 kg. Eh browsing lagi nemu yang 6000 dengan ongkir 1 kg aja. Akhirnya, oke deh, beli 18 biji, 9 minion, 9 piyo-piyo karena ga ada yang hello kitty. Done.

Nextnya adalah plastik snack, dan undangan. Untungnya, kedua ini ada motif minion dan hello kitty. Jadi beli 2 pack, masing-masing pack dengan motif tersebut. Done.

Nah karena ini adalah ultah Felice yang pertama, tentu harus ada acara potong kue dan hidangan ringan dirumah. Setelah pikir sana sini, untuk Tart nya beli cheese cake dan untuk kue hidangan beli muffin choco-vanilla di Allore, plus pudding bunga cantik hasil karya saudara.  Muffinnya enak dan ga mahal. Gue pesen 35 pcs, mix antara chocolate dan vanilla.
Untuk cheese cake nya, sebetulnya oke, sayangnya cepet banget lumer jadi crack kuenya. Harga cheese cake 220 ribu untu diameter 20. Lumayan mahal juga sih, sebetulnya di harvest juga dapat cake dengan harga sama walaupun bukan cheese cake.

Isi goodie bag nya belum kepikiran, jadi hari Jumat pulang kantor tanggal 8 Jan, gue puterin aja tuh Giant. Yang jelas dari awal gue ga mau kasih yang ecek-ecek, misalnya kek permen, trus snack ga jelas. Buat gue itu ga sehat dan ga punya jaminan kalau enak. Gue maunya yang model kek susu, snack ringan dan wafer.
Setelah gue timbang-timbang, akhirnya beli lah gue 1 karton susu UHT Dancow Active Go yang kecil (isi 40). Snacknya gw beli Taro 20 pcs, wafer Nabati keju 1 box, wafer Selamat coklat 1 box, dan Beng-beng coklat 1 box. Minumannya gw tambahin Floridina, beli 18 pcs.

Goodie Bag
Setelah semua done, next project ya bikin telur merah. Buka-buka resep, ketemu juga caranya yang lumayan praktis dan bahannya ga ribet. Jadi percobaan pertama bikin, ternyata sukses. Cuma dodolnya gue, telur merah itu gue simpan di kulkas. Alhasil begitu dikeluarkan dari kulkas, langsung berkeringat (karena perbedaan suhu) dan rusaklah warnanya. Terpaksa telurnya gue retouch. Walaupun ga se-oke hasil pertama, tapi ya sudahlah, gue uda lelah. Hahaha...

Telur merah

Ini penampakan kue cheesecake yang gue order, rasanya lumayan walaupun penampilan standar.

Oreo Cheesecake

Overall sih acara dirumah tanggal 17 Januari (dirayakan seminggu setelah ultah Felice), berlangsung cukup lancar. Anak yang datang seharusnya 12, tapi ternyata ada yang ga diundang dan datang sekitar 2 anak. Total dengan orang tua/pengantar, ada sekitar 21 orang. Makanan kita pesankan McDonalds sebanyak 30 paket. Untungnya kita juga masih punya back up goodie bag. Jadi so far acara berlangsung dengan sukses. Fiuhhh... Cukup deh ultah pertama aja, selanjutnya uda ga perlu undang-undang anak lain. Tunggu ultah ke-5 aja, hahaha...






November 17, 2015

Been So Long... There's Always Have Time for Everything


This is it! Finally I made hard decision to resign in my very previous company.
Why I did that?
Some says, it's a pity, since I've been there almost 9 years.
Yes, almost 9 years!

It's not a while, moreover, as you all know, my company is very well known for it's high turn-over. I should say, that's true. Since in the past 3 years, I found that sales division already have more than 10 person which choose to resigned.
Not sure what went wrong, maybe the management, or the bosses. Who knows, I'm not interesting to find out anymore. So far, I choose this not because of the work load, but mostly because I disappoint with the people.

So here's the story.

Since the first time I'm worked there, I had a manager who teach me and guide me all the job part nicely. For that, I appreciate his skill to teaching me. It's not easy to sharing knowledge and make new employee understand the job desc. But then, as time goes by, in the past 3 years, he become my colleague worker, and I'm handled his previous division. And that's when the problem started. Maybe, he saw me as a competitor, so he started to irritating me with his attitude, even though we're in different division now.

I thought at first, he tried to help. But long after that, I realize that he just have the post power syndrome. He can't accept me, as I'm the Head on my division and he's not. He can't let go what he had before. He still pretending he was the Boss, and I'm his staff. He interfere my decision, giving difficulties for me, instead of being helpful. He once threaten me, said that if "my performance" not good, someday I'll be kicking out from company. Helloooo!!! Who are you?? You're not even my bos. You're not the owner! You're just a crap person, who exposed post power syndrome. And you tried to judge my performance? FYI : 8 years ago, I was only level 1, and you level 3. Now I'm level 3, and you still level 3! So which one of us who didn't actually have good performance? Silly!

Anyway, since that words comes out from his mouth, I made a promise, one day I'll leave this company, and I will show that I still can live without it. I think he underestimate me so bad. Maybe in his opinion, I can't be anyone if I'm not follow his order. Sorry, I don't need your judgement, I don't need your approval to live my life. And I said now : EAT THAT SHITTY FROM YOUR OWN MOUTH!

And I feel relieve now, really I do...

Perhaps in the next month, I need to learn the new jobs harder since it's really different from my background in FMCG. But, it's the price I have to pay to find the new life, a new start.
I'm happy, cause God will guide me... I believe that.
Everything has it's own time to grow.


Matthew 7:7-8
7"Ask, and it will be given to you; seek, and you will find; knock, and it will be opened to you. 
8"For everyone who asks receives, and he who seeks finds, and to him who knocks it will be opened.

May 28, 2015

Things To Do for Working Mom

Ga kerasa ternyata anak gw udah 4 bulan, besok awal Juni udah masuk 5 bulan. So far untuk ASI tidak ada masalah karena masih lancar, walaupun sudah agak menurun. Kalau dulu 3 bulan pertama setelah kelahiran, sekali pumping bisa dapat 350-400ml, sekarang Cuma sekitar 300ml. Not bad sebetulnya, masih cukuplah. Tetapi yang menjadi concern gw sekarang adalah, penggunaan dot yang katanya berbahaya oleh para pejuang ASI. Sejauh yang gw tangkap dari penjelasan konselor-konselor ASI, penggunaan dot menyebabkan bayi bingung puting. Karena penggunaan dot bisa dibilang ‘tanpa usaha keras’, menyebabkan proses laktasi saat menyusui ke ibu akan berubah menjadi tidak maksimal. Anak menjadi malas untuk menyusui karena harus mengeluarkan kerja ekstra. Efek lanjutannya adalah produksi ASI menurun, bahkan bisa berimbas baby menolak menyusui langsung. Wah kalau dengar efek jangka panjangnya, cukup bikin panik juga ya.

Sampai saat ini, baby gw sih masih tetap mau nenen. Tapi melihat fakta bahwa akibat yang ditimbulkan dot ini sifatnya jangka panjang, cukup membuat pusing pala Barbie juga. Gimana kalo suatu saat, Felice ogah nenen lagi? Atau ASI gw ngadat karena laktasi yang ga maksimal dari Felice? It will breaking my heart into pieces.
Menghindari hal itu, gw berniat mengubah system pemberian ASI setelah 6 bulan. Sepertinya harus mulai dilatih menggunakan sippy cup.  Timeline yang gw buat seperti ini :


Semoga si mbak dirumah cukup sabar untuk ngikutin timeline yang gw buat ini. Karena penting buat gw, supaya Felice bisa tumbuh dengan baik. Tidak tergantung dot, sippy cup, or apapun yang bisa bikin pertumbuhan giginya ga baik. Tetapi perubahan dari dot ke sippy cup saja belum tentu mudah. Pemberian menggunakan sippy cup pun tidak disarankan untuk isi jus atau minuman manis, karena bisa membuat gigi rusak. Penggunaan sippy cup disarankan hanya jam-jam tertentu saja, dan tetap menyusui langsung supaya tidak terjadi bingung puting.

So many things in my mind needs to be done. I hope I can be a smart and efficient mother for Felice. Because she is my everything. 





October 23, 2014

People Who Create Their Own Drama, Deserve Their Own Karma

That proverb are very correct, believe it or not.  This proverb refer to one of my colleague worker (in fact this is my ex-boss). That woman truly annoying for me. Better if she doesn't exist in my world.
So the story was like the madame (that's what we called her) disappointed because her order doesn't work like she was expected. And the drama begin, she started yelling, and criticize me with impolite words. I don't really care about her, really I do. But still shocking about a woman who had 3 children have such a bad mouth and a worst habit. If she said I'm pretending to be fool, and became a real fools. Then I expect her children will accept the worst thing from what she done to other. I couldn't imagine, how can a person becomes such a worst person like that? So arrogant, so annoying, so heartless.

But anyway, now I decide not to involve in her orders. Because I became so emotional if I heard her voice, I'm consider about my child, I don't want to have grudge, it's bad for my health.

September 19, 2014

Surprisingly tired... Bored...


Last week I felt so confuse, and a bit upset with my condition. But in the other side, I believe that nothing in coincidence. I've got a great offer, but I can not take it. It's a pity actually, but maybe there's another way for me to reach something better.

Ok, leave it.

Akhir-akhir ini ke kantor rasanya cape sekali.
Mana harus bikin report terus-terusan, ya ampun Tuhaaann... this kinda bulshitt! Gue benci banget sama yang namanya laporan. Masih mendingan kalo laporan itu realistis, kalau cuma buat keren-keren, what for?
Percuma bikin report, kalau tiap saat hasil juga tidak diaplikasikan. Sama seperti meeting terus-terusan, tapi pada akhirnya solusi/keputusan yang ada juga cuma dianggurin. Trus ngapain repot-repot meeting yang never ending? I don't get it!


Today ada survey dari kantor. Anonim sih. Tapi intinya untuk cek dan ricek mengenai company. Gw jawab aja jujur. Menurut gw, yang namanya big company, sudah seharusnya punya standar yang jelas mengenai apapun. Gaji, fasilitas, tunjangan, karir, anything yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan/karyawati nya. Bukan cuma gedung besar aja yang dimodalin. Karena dengan pekerja yang sejahtera, bisa dipastikan 85% akan loyal. Sementara sisanya, pasti akan menjadi kutu loncat untuk karir ataupun tawaran yang mungkin lebih luar biasa. Who can blame them?



Perusahaan yang baik pasti akan menghargai karyawan/karyawatinya. Dengan adanya rasa dihargai, pekerja akan lebih terpacu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menguntungkan perusahaan juga. Kalau ditanya kenapa banyak terjadi turn-over, sebenarnya permasalahan terbesar pasti ada di manajemen. Contohnya, karyawan yang kecewa dengan karirnya, kecewa dengan fasilitasnya, kecewa dengan gajinya, kecewa dengan job-desk yang serabutan tidak sesuai dengan deal awal, atau bahkan kecewa karena tidak adanya training yang tepat sehingga kemampuan tidak mengalami peningkatan.

Di beberapa divisi, terkadang apa yang diinginkan atasan, susah untuk diwujudkan karena atasan cenderung tidak mau tahu kesulitan bawahannya. Menganggap sepele masalah, tetapi juga tidak memberikan solusi yang tepat. Di tengah kebingungan-kebingungan seperti itu, tak ayal karyawan yang tidak mendapatkan pencerahan, memilih mundur dan mencari pekerjaan yang lain.

Jika memang pekerjaan itu tidak sesuai dengan personality kita, sebenarnya tidak cukup baik untuk
dipertahankan. Tapi terkadang, manusia terikat dengan titel-titel yang menyertainya. Entah karena gengsinya, lokasinya, dan yang terpenting : gajinya. Some people meant to be an entrepreneurs, but the other actually fit to be workers. Untuk orang yang biasa bekerja dengan gaji yang rutin dan teratur, menjadi wiraswasta itu cukup berat. Banyak yang harus dipertimbangkan, misalnya biasa selalu pegang duit, trus nantinya jadi kadang banyak, kadang sedikit. Harus benar-benar pintar mengatur keuangan. Tidak semua orang 'lulus' dalam masalah mengatur keuangan.

Pada dasarnya, sebuah perusahaan yang menghargai para pekerjanya dengan selayaknya dan sesuai standar, umumnya bisa berkembang dengan sehat. Perusahaan dan para pekerjanya, dapat bersama-sama membangun situasi dan kondisi yang kondusif demi kemajuan bersama. Kegalauan-kegalauan itulah yang sekarang menyerang gw. Masih 3 bulan sebelum gw akhirnya cuti melahirkan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dihilangkan dari pikiran gw.





June 12, 2014

Kok jadi mellow...

mel·low
ˈmelō/
adjective
  1. 1.
    (especially of sound, taste, and color) pleasantly smooth or soft; free from harshness.
    "she was hypnotized by the mellow tone of his voice"
    synonyms:dulcet, sweet-sounding, tunefulmelodiousmellifluousMore
  2. 2.
    (of a person's character) softened or matured by age or experience.
    "a more mellow personality"

verb
  1. 1.
    make or become mellow.
    "getting older does mellow the hard edges around the anger"
    synonyms:relaxunwind, loosen up, de-stress, slow down, take it easy; More


Sejak hamil, entah kenapa rasa mellow nya jadi berlipat-lipat. Gue jadi super sensitif terhadap bacaan dan hal-hal yang mengharukan disekitar gue.
Lihat video bayi, terharu. Baca cerita-cerita bayi, terharu. Baca 9 bulan yang menakjubkan, terharu. Baca kisah penyelamatan anjing (http://www.vemale.com/inspiring/lentera/46362-masih-ada-yang-manusiawi-kisah-dramatis-penyelamatan-anjing-1.html), juga terharu. Ottoke?

Jangan-jangan ntar anak gue juga jadi sensitif kaya gue? Oh No!

June 3, 2014

HB rendah, kata dokter : Infus saja... Should I?


Kemarin sore, gw cek pregnancy lagi di RSIA Grand Family. Kebetulan sekalian ambil hasil tes lab untuk TORCH juga. Ternyata hasil lab untuk TORCH baik, tapi Hemoglobin nya kata dokter kurang, disarankan untuk infus. Nah loh! Secara gw pikir, daripada infus, lebih baik dari makanan aja kan ya? Lagian gw cuma dibawah standar sedikit kok, normalnya 12-14, gw 11.7. Ngga jauh-jauh amat kan ya?

Iseng-iseng gw searching aja di inet, mengenai Hemoglobin ini.

KOMPAS.com - Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, hemoglobin juga memainkan peran penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah


Baca di : http://obgynmag.blogspot.com/2012/06/kadar-hemoglobin-dalam-kehamilan.html
Standar hemoglobin menurut blog tersebut :

Kehamilan trimester I kadar hemoglobin 11g/dl dan hematokrit 33%. 
Pada Trimester II kadar hemoglobin 10,5g/dl dan hematokrit 32%.  
Sedangkan untuk trimester III hemoglobin 11g/dl dan hematokrit 33% (Malee, 2008)

Kemudian kadar hemoglobin menurut WHO :

Jenis Kelamin
Hb Normal
Lahir ( aterm )
Perempuan dewasa : tidak hamil
Perempuan dewasa : hamil
Trimester pertama   : 0 – 12 minggu
Trimester kedua      : 13 – 28 minggu
Trimester ketiga      : 29 aterm
13.5 – 18.5
12.0 – 15.0

11.0 – 14.0
10.5 – 14.0
11.0 – 14.0

Kalau melihat keterangan diatas, seharusnya gw sih masih normal. Jadi daripada infus, sepertinya mendingan diperbanyak makanan penambah Hb seperti yang diambil dari Kompas.com : http://health.kompas.com/read/2012/03/16/15060319/5.Makanan.Peningkat.Hemoglobin

* Daging merah: Meski belakangan ini daging merah kerap mendapat reputasi buruk. Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.

* Sayuran : Beetroot, bayam, kacang polong, kubis, lobak, kentang dan kembang kol adalah sayuran sekaligus obat alami untuk meningkatkan jumlah darah, ia memiliki kemampuan untuk regenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah, memasok oksigen segar ke darah.

* Buah-buahan : Buah-buahan seperti kismis, plum, buah ara kering, aprikot, apel, anggur dan semangka tidak hanya membantu sel-sel darah merah mengalir tetapi juga meningkatkan jumlah darah. Bahkan, aneka produk buah jeruk juga dipercaya mampu untuk memikat zat besi.

* Kacang: Hampir semua kacang memiliki kandungan zat besi di dalamnya, meski ada beberapa jenis kacang yang tidak memilikinya. Dari semua jenis kacang yang ada, kacang almond merupakan jenis yang memiliki kandungan zat besi paling tinggi. Satu ons almond setiap hari menyediakan sedikitnya 6 persen dari kebutuhan zat besi.

* Roti, Pasta, Sereal: Periksalah label pada kemasan roti gandum, pasta, dan sereal yang Anda beli. Setiap paket harus mengandung 20 persen atau lebih dari nilai harian asupan zat besi. Gandum menawarkan banyak manfaat kesehatan yang setiap orang harus mencoba memasukkannya ke dalam diet sehari-hari, karena kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya.
Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.

Must try! Semangat!


My Newest Thought

Operasi Gigi Geraham Bungsu (Menggunakan BPJS 2020)

Hai semuanya, kali ini gue mau share tentang pengalaman gue operasi gigi geraham bungsu atas bawah, sebanyak 4 gigi. Yes, 4 gigi sekaligus! ...