Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

May 17, 2018

Late Post : Salted Egg Pork Ribs and Salted Egg Fish Skin


Actually, this is my late post from my visit in Singapore last month (on April). I went there only for 3 days, for business purpose. Since I’m not often visit Singapore (not really sure why I’m not so interest going around in there), I also arrange to meet my friends there in the evening.


We planned to have dinner in Kushikatsu Tanaka, Clarke Quay, around 7pm, but the funny thing, I lost when heading there. My boss gave me the wrong direction, instead of take the MRT, he said that by Bus is faster. But apparently, he forgot the Bus number, and so finally after going around from 1 Bus stop to another stop, we decided to take MRT. The things that I don’t know at that time, that I should take the Blue Line and get off in Fort Canning instead of take the Purple Line, and stop in Clarke Quay. The station and the restaurant quite far, and since I’m very tired because just get back from Expo, I take the taxi. The cost around SGD11, 5 minutes from Clarke Quay MRT Station. J  




This time, I also asked a favor from one of my friends to buy an armband-waistband in Decathlon Bedok (the price SGD 26.9) for my daughter. Since in Decathlon Alam Sutra this product never available and the shopkeeper said that in Decathlon Bedok, this stuff still has some stocks. Luckily, she’s very nice person, she bought it first for me, and I only have to repay her when we met. She even gave me discount, it should be SGD 26.9, but I only pay SGD 26. Awesome!  




The next day, I’m following the recommendation from one of my friends yesterday. She told me that the new menu in Far East Plaza (near Orchard MRT) is very famous for its Salted Egg Pork Ribs. This food stall named: New Station Snack Bar. And she said that this is must try dish. So, I search in goggle map for the location, and around 5.45 pm, I going there alone. 


Far East Plaza not far from Orchard MRT station, only walks around 10 minutes. This Plaza is not crowded; moreover, I don’t think it can be name as a Plaza. Its looks like ITC for me. J  


The restaurant located in 5th floor, and I could say this place have complete Chinese food menu, despite of the location seems like food stall in ITC Mangga Dua. The price is also affordable, mostly under SGD10. I only ordered Salted Egg Pork Ribs with Rice, and Tea. Total cost SGD 8. Crispy and well-done pork ribs, drenched in tasty salted egg yolk sauce, a very yummy dish. I love that the sauce is rich and extremely savory with a hint of curry from the curry leaves.





And still about salted egg, I also decided to buy salted egg fish skin. This snacks nowadays become very popular in Singapore because of the savory taste. Since I want to try various kind of fish skin, I bought 3 brands that well known in there, The Golden Duck, Fragrance and Oyu. I didn’t get small size of Irvins, so I cancel the order.


Overall, the taste was good. I actually love every dish or snacks with salted eggs topping. So For me, every brand were yummy J The Golden Ducks itself has spicy taste (and now Irvins also launching the new product, spicy fish skin). My Japanese friend doesn’t like it, but somehow I love it. This is the snacks that maybe I’ll looking for when I visit Singapore once again. I think I must spare larger space in my luggage for this. Haha…  







Finally, that’s my experiences for only 3 days in Singapore during my business trip. Very short time, but it’s enough for me. Since I went there only with my boss, sneaking time after working hour for a little bit happiness vacation is a precious moment. I’m glad my boss not the kind of killer type. Haha…









July 7, 2014

Traveling ke Medan dan Berastagi part I

Minggu kemarin akhirnya gue ambil cuti 3 hari untuk memenuhi salah satu keinginan nyokap, jalan-jalan ke Medan, nak tengok teman nyokap yang uda dianggap sodara. Sempet ragu juga, secara gue pas banget lewat trimester pertama, 13 weeks! 
Pas konsul ke dokter, hubby uda nanya-nanya, boleh apa ngga. As usual, the doctor only said : "Gak apa-apa itu". Emang sih dokter ane satu ini, baik sih, tapi santai pisan... hahaha...

Sempet ada perbedaan pendapat, katanya kalau lagi hamil trus jalan-jalan nyeberang pulau itu pamali. Jujur aja ane gak yakin, masalahnya belum pernah denger yang begituan. So demi my last traveling, gue coba searching-searching internet, ngga nemu juga statement pamali yang satu ini. Akhirnya sempet nanya juga ke sodara, ternyata pernah kok hamil gede juga kemana-mana, so far anaknya baik-baik aja. Jadi yakin deh, dengan doa dan lindungan Tuhan, everything's gonna be OK.

Untungnya saat berangkat, gue engga terserang morning sick, or whatever itu karena suka ga liat waktu kalau mual trus muntah. Sempat kepikir, kalo muntah-muntah di pesawat kan mana seru. Perjalanan Jakarta-Medan sekitar 2 jam, sempat kena delay di AA sekitar 40 menit, dan ga ada dikasih snack. Dasar Low Cost Airline, service pun ikutan low.

Sampai Medan ternyata cuaca panas, untungnya jemputan sudah tiba, jadi langsung ambil bagasi and lanjut ke Berastagi. Rencana memang hari pertama langsung ke Berastagi, dan sebenernya mau lanjut ke Danau Toba, tapi mengingat ke Toba perjalanannya jauh, terpaksa aku membatalkan diri dan menginap 2 hari di Berastagi. Hari pertama nginep di villa temennya koko, abis itu besoknya kita mencoba ke Simalem Resort di Merek, sekitar sejam dari Berastagi. 

Simalem Resort sebenernya cukup oke, tapi masuknya aja 200.000 per mobil, dan karena pas bulan puasa, disana ngga ada yang jualan. Aneh juga sih, sebuah resort yang cenderung private, tetapi sarana akomodasi tidak lengkap. Kalau makan harus keluar resort, trus yang bawa mobil, kena charge lagi saat masuk, apa ngga aneh? Resortnya sih not bad, kamarnya banyak yang masih under construction, harga perkamar dari IDR 2.500.000,- dan ada diskon sesuai umur. Overall sih total kamar tetap aja IDR 1.500.000,- permalam. Pikir punya pikir, lebih baik menginap di Berastagi aja, lebih enak karena banyak makanan dan mini market, kalau-kalau memerlukan barang tertentu, setidaknya dekat kemana-mana.

Sekitar jam 1 siang, kita balik dari Simalem. Lapar melanda karena disana tidak disediakan makanan sama sekali, mampirlah kita di BPK terdekat di Kabanjahe. Lupa namanya, tapi BPK nya enak. Total jendral 6 piring BPK + 1 Saksang dan 3 BPK dibungkus, hanya 195ribu sajo. Disitu baru tau lah, ternyata BPK ada panggang putih (lemak) dan panggang merah (daging). Wuih mantap kali lah disana....
Perut kenyang hati bahagia, mampirlah kita ke Air Terjun Sipiso-Piso. Karena sore itu gerimis, lebih baik diputuskan untuk tidak turun ke bawah, takut terpleset, bisa berabe. Setelah berfoto-foto sebentar, pulanglah kita ke Berastagi.

Di Berastagi kita menginap di Mikie Holiday Resort. Kebetulan saat itu gerimis sepanjang sore sampai malam, alhasil cuaca jadi sangat-sangat dingin sekali. Mungkin dibawah 16 derajat, karena badan langsung menggigil begitu keluar kamar. Irit juga itu hotel, ngga perlu pakai AC lagi.
Fasilitas hotel cukup oke, restonya juga bagus. Tapi karena kita uda kekenyangan BPK, dan (lagi) masih bungkus 3 BPK, makan malam cukup dikamar saja. Nasi putih kita minta 3 bungkus, yang ternyata banyaknyo tidak kira-kira. Sebenarnya cukup 1 bungkus untuk berdua. 

Paginya, sarapan di Azalea Resto - Mikie Holiday, menunya lengkap. Dari sayuran (capcay), nasgor, ayam, sampai ke bubur. Kalau mau scrambled egg dan sunny side juga ada. Bisa minum jus markisa sepuasnya (sirup markisa lebih tepatnya), enak kali lah... Puas  menginap disitu. Sayang cuma semalam aja, siangnya kita uda harus check-out menuju Medan.

Siangnya setelah check out dari hotel, pergilah kita cari makan. Lagi-lagi mampir di BPK terdekat. Kebetulan ada BPK yang cukup ramai, yaitu Serasi Rasa. Lokasi nya cukup bersih, tidak seperti BPK sebelumnya. Kali ini kita makan dengan porsi 'normal'. Hahaha...

To be continued part 2

 

May 23, 2012

Trip to Belitung 16-19 May 2012 (Part 3 - End)

Hari ke-3 di Belitung menurut itinerary yang telah disusun adalah enjoy the Hoping Island, yaitu menyeberang ke pulau-pulau sekitar Belitung, dan pastinya snorkeling. Pulau-pulau yang menjadi tujuan kami antara lain Pulau Pasir, Pulau Burung, Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar. 
Perjalanan dari hotel mulai pukul 7.30 pagi. Sesampainya di Pantai Tanjung Binga, kami bersiap-siap menyeberang. Pihak tour sudah mempersiapkan alat-alat snorkeling dan lifejacket untuk kami pakai naik kapal.

Pulau pertama yang kita tuju adalah Pulau Pasir, yang mana menurut guide kami sering dijumpai Starfish (bintang laut) yang cukup besar. Kami sempat berfoto-foto sebentar disana, dan kemudian lanjut ke Pulau Batu Berlayar. Pulau ini sangat mungil sekali, mungkin sekitar 10-15 menit sudah berhasil dikelilingi. Batu-batu disini sangat oke sekali, sepertinya memang ini peninggalan prasejarah. Batunya besar sekali, dan cukup banyak.


Sehabis dari Pulau Batu Berlayar, kami lanjut lagi ke Pulau Burung. Disini kami tidak terlalu banyak berfoto karena relatif mirip.  

Pulau Burung
The last island yang kami kunjungi adalah Pulau Lengkuas, di pulau ini ada sebuah mercusuar yang terawat baik meskipun peninggalan jaman Belanda. Mercusuar ini berwarna putih dan kurang lebih tingginya sekitar 70 meter dengan 18 lantai. Kami berusaha naik sampai atas, tapi gue uda tepar di lantai 13 (dan gue ga tau kenapa KO-nya di lantai ini). Tapi overall gue uda bisa dapet foto-foto yang ga kalah Oke dengan yang dilantai 18. Hehehe...

Mercusuar Pulau Lengkuas

View Pulau Lengkuas dari Mercusuar

Overall Pulau Lengkuas ini cukup unik meskipun tidak terlalu besar juga, tapi bersih. Ada penyewaan tikar untuk bersantai di Pantainya. Siang itu kami sekalian makan siang disana, rice box dibawakan oleh guide kami. Nyam-nyam enak bener makan siang disana, setelah cape naik Mercusuar dan puter-puter pulau. Mana matahari sedang terik-teriknya, sukseslah kita ber-tanning ria di Belitung.

Setelah makan siang dan istirahat sejenak (kalau lama bisa ketiduran saking enaknya angin disana), kami melanjutkan untuk snorkeling di sekitar Pulau Lengkuas. Sayang kami ga ada yang bawa underwater camera, memang untuk terumbu karangnya tidak sebanyak dan secerah coral di Indonesia Timur (Alor, Wakatobi, ataupun Komodo). Yah tapi karena ini snorkeling gue yang pertama, gue sih tetep enjoy aja, hehehe...

Puas snorkeling, kita mampir di Pulau Babi untuk istirahat. Dinamakan Pulau Babi karena banyak Bulu Babi disana, yang katanya kalau ketusuk bakalan sakit + gatal. Untungnya kami semua baik-baik aja disana. Malahan gue ama temen gue sibuk berenang sana-sini karena airnya enaaakkk banget, serasa kolam renang pribadi yang super luas. Rasanya ga ada puas-puasnya berenang disini, pengen aja sampai malem kalo ga inget harus nyeberang balik lagi ke Pantai Tanjung Kelayang.

Sore hari sekitar jam 4, kami balik ke Pantai berhubung air laut mulai tinggi. Sesampainya di Tanjung Kelayang, matahari sudah tertutup awan, jadi kami tidak dapat view sunset disana. Kami putuskan untuk mandi dan bersiap-siap untuk makan malam di Pantai Tanjung Tinggi sekitar pukul 7 malam. 

Sesampainya di Tanjung Tinggi, kami sempatkan foto-foto sebentar di plang lokasi pembuatan film Laskar Pelangi, dan kemudian minum kelapa muda tak lupa ngembat sepiring Indomie goreng yang ajibb banget saat lapar mendera. Beberapa teman masih mau berfoto-foto di Pantai, kalo gue uda cape, enough deh photo sessionnya, saatnya istirahat sambil menunggu makan malam.

Menu makan malam kali ini seperti biasa adalah seafood, kepiting saos padang dan masakan ikan khas belitung, yaitu Gangan. Rasanya maknyus, sedap! Gangan ini dibuat dari Ikan Kepala Ketarap, menggunakan kuah kuning yang rasanya segar dan asam-gurih. Gangan ini sama sekali tidak amis. Sayangnya karena laper berat, gue lupa foto. So inilah foto yang gue unduh dari Kaskus.

Gangan Ikan Kepala Ketarap (pic from Kaskus)

Overall makan malam kali ini superb deh, kita pulang sekitar pukul 8 malam dengan perut kenyang dan hati gembira.


Keesokan harinya, kita memutuskan untuk mencari makan pagi yang simpel karena kami harus balik ke jakarta. Ternyata sepanjang jalan, tidak juga dijumpai warung yang buka pagi. Jadi kami hanya cukup dengan minum kopi di warkop yang cukup ramai dikunjungi, yaitu warung kopi AKE (Cafe Senang). Meskipun namanya Cafe, tapi jangan bayangkan seperti cafe di Jakarta macam Starbucks atau Coffee Bean, cafe ini sangat simpel, dan lebih kearah warkop.


Kita hanya memesan kopi susu dan kopi hitam saja, rasanya tidak jauh berbeda dengan kopi Manggar. Mungkin memang selera di Belitung adalah kopi yang seperti itu. Setelah selesai mencicipi, kita melanjutkan lagi perjalanan menuju bandara. Jalanan sepi, namun rapi, tanpa macet dan aspalnya mulus. Jauh beda dengan kondisi Jakarta yang padat, macet, dan banyak tempat beraspal bolong-bolong.

Finally, akhirnya kita sampai juga di bandara, dan bersiap-siap untuk balik ke Jakarta lagi. Ciaoo Belitung, we will miss you a lot!



May 21, 2012

Trip to Belitung 16-19 May 2012 (Part 2)

Hari kedua (17 Mei) itinerary kita adalah mengunjungi Vihara Dewi Kwan Im di Belitung Timur. Ternyata perjalanan kali ini cukup jauh, sekitar 1.5 jam. Padahal di Belitung ini, jalanan sangat sepi sekali dan aspalnya mulus. Bayangkan kalo di Jakarta, mungkin perjalanan bisa menjadi 5 jam.... -_-

Kita sampai Vihara Dewi Kwan Im ini sekitar pukul 10 pagi, suasana cukup sepi hanya beberapa orang saja yang terlihat sedang membersihkan vihara. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat karena sepertinya tidak berbeda dengan vihara yang lain. Menurut penjelasan tour guide kita, di hari-hari tertentu saat ada kegiatan keagamaan, kita bisa diramal oleh biksu disana.

Vihara Dewi Kwan Im

Setelah puas memutari Vihara, kami melanjutkan perjalan ke Pantai Burung Mandi. Perjalanan hanya sekitar 10 menit dari Vihara. Pantainya cukup bagus, sayang karena sudah siang, untuk berfoto-foto cahayanya sangat-sangat terang sekali.


Setelah berfoto-foto, kami mulai merasa lapar, tetapi ternyata ada Pantai Tambak yang lokasinya bersebelahan dengan Pantai Burung Mandi, akhirnya kami menyempatkan mampir sebentar sebelum melanjutkan untuk makan siang. Menurut guide kita, lebih baik makan siang dipesan terlebih dahulu, jadi begitu sampai bisa langsung tersedia. Kami pun setuju, mengingat di Belitung ini pelayanan untuk makanan sepertinya memang slow sekali.

Di Pantai Tambak ini mirip dengan Pantai Burung Mandi, jadi gue ga terlalu banyak berfoto-foto. Kami tidak lama di Pantai ini, sekitar 30 menit saja, kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Manggar untuk makan siang.
Desa Manggar ini cukup terkenal dengan kopinya. Banyak sekali warung kopi disini, jangan bayangkan seperti Starbucks atau Coffee Beans, warkop disini betul-betul warung kecil yang menyediakan kopi. Tapi sepertinya memang kopi dan having chit-chat di warungnya telah menjadi lifestyle juga. Hal itu terlihat dengan banyaknya warkop-warkop yang bermunculan tidak terlalu jauh.

Sekitar pukul 11.30 kami sampai di Bandoeng Rivers sebuah warkop yang cukup terkenal, dan juga menyediakan makan siang buat kami. Lokasinya cukup oke, karena terletak di pinggir sungai, sehingga kami serasa makan di warung apung. Sebetulnya Bandoeng Rivers ini juga bisa menikmati water-sports seperti jetski, banana boat. Tapi karena kami masih ada kunjungan ke pantai yang lain, maka lebih baik kami istirahat dan makan siang saja. Tak lupa juga kami memesan kopi yang katanya terkenal itu. Menurut saya sih, kopinya tidak istimewa, tapi mungkin karena dinikmati bersama dengan sepoi-sepoi angin laut, jadi terasa lebih istimewa, hahaha....

Setelah kelar makan siang dan menikmati kopi Manggar, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai selanjutnya, yaitu Pantai Tanjung Tinggi. Ini pantai lebih oke dari yang sebelumnya karena ada banyak batu-batu granit yang sangat unik sekali. Sunset agak kurang lama karena cuaca mendung, tapi overall hari kedua berjalan dengan OK.


  

Trip to Belitung 16-19 May 2012 (Part 1)

Belitung, adalah pulau yang terkenal akan keindahan pantainya dan telah berhasil dipopulerkan oleh film Laskar Pelangi. Long weekend kemarin ini, gue dan temen-temen telah berencana untuk trip ke sana sejak beberapa bulan yang lalu, lumayan dengan modal tour IDR 1.250.000,- per pax (sejumlah 6 orang) plus tiket Sriwijaya Air buy 1 get 2 (menggunakan BNI), akhirnya terwujud juga.

Kebetulan tiket berangkat yang kita dapatkan itu pukul 14.35, tapi ternyata setelah kita buru-buru ke terminal 1B Soetta (karena baru pulang dari kantor), flightnya delay sekitar 40 menit. Untunglah mereka cukup berbaik hati menuruti aturan keterlambatan pesawat, yaitu dengan menyediakan makan siang yang walaupun seadanya, tapi cukuplah untuk isi perut.

Perjalananan Jakarta (Cengkareng) - Belitung (Tanjung Pandan) ternyata tidak lama, hanya dibutuhkan kurang lebih 1 jam saja. Pesawat kami mendarat dengan cukup 'kasar' di landasan airport sana, entah karena Pilot Sriwijaya kurang jam terbang, atau karena landasannya memang kurang panjang. Apapun itu kami tetap bersyukur sampai di Belitung dengan selamat.

 
Sesampainya di bandara, kami telah dijemput oleh tour yang kami pesan sebelumnya, yaitu Gerbang Belitung (www.gerbangbelitung.com). Contact person dengan Pak Hariyanto. Gue pilih tour agent ini karena harga relative murah, dan itinerary lebih flexible, jadi sangat cocok dengan kita yang bener-bener pengen have fun disana.
Setelah telpon dan mencari-cari, ketemu juga Mas Hari nya disana, dia bersama seorang temannya juga, yaitu Riko, yang nantinya akan menjadi tour guide + supir kita selama 4D3N. Kami dijemput pakai APV, yang untungnya cukup leluasa untuk barang kami.

Perjalanan menuju Hotel tidak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit. Sebelum sampai ke hotel kita mampir untuk makan Mie khas Belitung, yaitu Mie Belitung ATEP. Rasanya lumayan juga, cukup manis (tanpa perlu menambahkan kecap), beberapa teman bilang mirip Mie Celor. Untuk minuman relatif tidak berbeda dengan Jakarta, tetapi jeruknya menggunakan jeruk kunci, jeruk kecil-kecil tetapi cukup manis.

Mie Belitung

Setelah makan kenyang, kita menuju ke Pantai Tanjung Pendam untuk menikmati sunset. Sayangnya sore itu agak mendung, jadi kita hanya bisa foto sunset yang tidak terlalu OK, but ga masalah, kita sempat foto-foto bareng di pantainya yang ciamik.


Puas di Pantai Tanjung Pendam, kita bener-bener menuju hotel Pondok Impian 2 di Jalan Pattimura No.8, Tanjung Pandan, Belitung. Ternyata, ada masalah muncul saat check-in, kami ber-6 hanya disediakan 2 kamar. Menurut pihak tour, ada miskomunikasi antara tour dan hotel. Akhirnya karena kami sudah cape dan hotel-hotel lain penuh, terpaksa kami menggunakan additional bed. Untuk itu kami nego meminta penurunan harga paket tour. Pihak tour cukup membantu untuk nego dengan hotel, sementara kami beristirahat dan bersiap-siap untuk makan malam.

Makan malam kali ini adalah seafood (tentunya) yaitu cumi bakat dan sop ikan, yang memang enak karena sama sekali ngga ada amisnya. Nama tempatnya adalah Warung Seafood Bang Pasha, yang nampaknya cukup terkenal disana karena ramai sekali yang makan. Lokasinya dekat dengan pantai, jadi seperti food court dekat pantai (versi sederhananya).
Selesai makan kita balik ke hotel untuk istirahat setelah seharian perjalanan.


Lanjut ke Part 2


 



December 19, 2011

Sukabumi, 17-18 Desember 2011

Sebulan yang lalu, kami sekeluarga (my family and my sist's family) sudah merencanakan untuk melakukan KS (Kumpul Sedulur - acara rutin ketemuan sebulan sekali) di Sukabumi-Jawa barat. Kebetulan kita semua setuju-setuju aja, so jadilah weekend kemarin ini kita jalan ke Sukabumi. Gue berangkat dari rumah hari Sabtu jam 7-an pagi, masih sempat makan ketoprak di Puri (saking lapernya) dan baru setelah itu melanjutkan perjalanan.


Rencana kita semua akan ketemuan di Rest Area sekitar KM 10 Tol Jagorawi jam 9 pagi, gue sampe sana jam 8.30 am. Kebetulan jalan menuju kesana masih lancar jaya. Sempat juga gue ngopi di Starbucks, and yeay! Peppermint Mocha Frappe memang enak! 
Setelah semuanya ngumpul jam 9.30, kita lanjut lagi perjalanannya. Wah ternyata Sukabumi cukup jauh juga, perasaan terakhir kali kesana waktu rafting dengan anak-anak kantor berangkat jam 6 pagi, jalanan cukup lancar tapi sekarang mulai merayap, mungkin karena kesiangan yak... sigh...


Perjalanan menuju hotelnya cukup lama, kami lewat jalur alternatif karena menghindari pasar. Jam 2 siang kami berhenti untuk makan siang, secara laper sangat perjalanan naik turun ga nyampe-nyampe. Abis itu kita terusin perjalanan sekitar 1 jam, sampai ke hotelnya. Nama hotelnya adalah A'Rondari, lokasinya cukup oke, udaranya dingin (pastinya!) dan nyaman. Alamatnya di Jalan Sriwedari No.53, Sukabumi. 

Setelah kita istirahat sejenak, gue dan hubby berencana jalan-jalan sebentar keluar. Ngeliat sukabumi kaya apa gtu. Ternyata diluar hujan deres sekali. Kita tunggu aja sampai agak reda, baru jalan. Yang pertama kita tuju adalah : Penjual Mochi! Kebetulan sebelum sampai hotel, gue sempat lihat ada yang jual mochi, jadi gue pikir coba-coba aja mampir. Nama tokonya adalah Mochi Kaswari (Bakat Jaya). Kita mampir disana dan beli yang biasa, rasa pandan. Ternyata uenaaakkk!! Emang dasarnya sih demen mochi, jadi kita beli satu ikat seharga 20 ribu, plus keripik pangsit yang ternyata juga pedes-gurih, hanya 10 ribu rupiah. Nyam-nyam deh...


Balik ke hotel, kita sempat istirahat bentar, abis itu cari makan malam. Direkomendasikan oleh koko gue di Resto Andy Ciwangi, katanya mapo tahu-nya oke banget. So akhirnya kita kesana, mo cobain menunya. Resto Andy ini alamatnya di Jalan Ciwangi no. 14, dan gue baru tau kalau ternyata dia juga buka florist. Jadi sepertinya, usaha floristnya lebih lama dari restonya. Enak juga ya, secara restonya buka hanya dari pukul 11 am - 2 pm, istirahat, dan buka kembali jam 5 pm - 8 pm. Padahal rumahnya juga ternyata besar, berarti usaha mereka memang maju sekali. Back to the menu, main course yang kita pesan ada 3 macem, Mapo Tahu (pastinya), Kerapu tim, dan Soka telur asin. Overall sih makanannya memang enak, gue makan sampe kekenyangan, hubby nambah sepiring... (-.-)'

Menu Ciwangi : Mapo tahu, kerapu tim dan soka telor asin
Sehabis makan, sebenernya ada rencana jalan-jalan atau makan wedang ronde. Tapi kita semua uda kekenyangan. Ternyata sewaktu kita puter-puter di kota, gue lihat kota Sukabumi sebenernya cukup maju, yang belum ada sih cuma XXI. Hehehe...
Karena badan uda pada cape, akhirnya kita putuskan balik hotel dan tidur. What a nice weekend... ^^

October 25, 2011

Unbelievable news... Marco Simoncelli passed away...




Masih inget saat kami sebagai pemenang Oakley Contest berderap dengan gembira untuk menonton race MotoGP di Sepang, Malaysia tanggal 23 October 2011.


Walaupun panas dan jauh kita hajar semua demi menonton pertandingan yang diharapkan tetap seru walopun World Championship uda jelas dipegang oleh Casey Stoner dari Repsol Honda. But I still can't believe, that actually we went there only to watch the crash of Marco Simoncelli - SuperSic#58 from Honda Gresini. And the worst thing is, kecelakaan itu harus membuat SuperSic passed away. We never thought that it was a really serious injured. 


Semua penonton di Sepang yang awalnya mengomel karena race dihentikan, seketika itu juga begitu mendengar announcement dari penyelenggara bahwa pukul 16.56 waktu Malaysia SuperSic dinyatakan tiada. Suddenly peoples shocked and full with sorrow... It's a horrible moment I ever had. 
And when we see the paddock team crying together and hold-on one another, it's really a sad moment. Thing that crossed my mind is when God says it's over, then it's over.... So sad...


the horror accident


Good bye SuperSic #58, have a nice ride to heaven... 



October 19, 2011

Unexpected fortunately moment! MotoGP Sepang, here I come!!


Lucky me. That's all I can say. Gimana engga, awal bulan October ini, one of my best friend info ke aku kalo dia ngajak aku ke Sepang (Malaysia) untuk menonton MotoGP tanggal 21-23 October. Awesome, isnt it? And not just that, this event held by Oakley Indonesia, and they gave us specially a sunglasses Hoolbrook VR64, was made with Rossi signature! The ticket itself is obviously awesome, but include an Oakley Sunglasses for free? It's incredibelly extraordinary!


It happen first only accidentally, when my friend bought a sunglasses in Oakley Indonesia online, during the Oakley contest to win a trip to watch MotoGP which is she don't even realized. But then not long after that, one of the Oakley representative called her, and tell her that she won the tickets, one of the 3 winner from Indonesia. That day she told me whether I want to go Malay or not. That question surprise me for sure, no rain no storm suddenly asking me about that. But I said yes, because when I ask it's free or not, she said IT'S FREE. Then she told me about she win the contest. WOW! I'm speechless, and moreover she. Because she didn't even know about the contest, and suddenly win. Can you imagine?? That's like the winds of heaven.

But we still (almost) didn't believe at first, I mean, OH YEAH? WE WERE THAT LUCKY?? Especially me, because I didn't buy anything, but I can watch the MOTOGP??? Hell yeah!
But what makes me believe, slowly but sure, because the Oakley Rep - Ms. Luzi, asking about our passport and ID. It's almost impossible if it was a joke. After we send the data, then we waiting for the respond. We almost thinks that something went wrong, when a few days without any reply or notification to follow up about this. 

Finally after a long wait with full of hope, Ms. Luzi replied the email, and sent my friend email about the notification. They informed us that they will provide :
- Ticket Return Jakarta - Kuala Lumpur - Jakarta
- Ticket MotoGP Sepang
- Ducati paddock pass
- Hotel in KL
- Transportation from Airport - Hotel, Hotel - Sepang
and..... OAKLEY HOLBROOK VR64 (Valentino Rossi) signature series!!!
OMG! I nearly faint! LOL

We can't hardly wait for the handover tickets and sunglasses in O'Store. For me, it's truly gift from God. I didn't buy anything, I just being lucky have a very nice best-friend ever!
And when the prize come, it's really amazing day, I got the tickets and Sunglasses. Really lucky person I guess.

My Oakley Holbrook VR46 - Valentix signature
My Sepang Tix



September 14, 2011

Last Days in Ho Chi Minh City, 14-15 Aug 2011



Days 4 & 5, Ho Chi Minh City


Sepulangnya dari Hoi An, kita balik lagi ke HCM city. Kali ini untuk menjelajahi kota saja sampai besok kita balik. Kita sampai di Tan Son Nhat sudah cukup malam, untungnya kita sudah atur pick up service dari Hotel Hoang Phong. Sayangnya kali ini pick up service ga seoke hotel pertama yang pake Fortuner. Driver kali ini sudah berumur and so does the car. Bayangkan aja, dijemput pake mobil taun 80'an kayanya, uda tua dan cukup reyot. Tapi ya tak apalah, yang penting sampe hotel.


Setelah 30 menit berkendara, sampai juga kita di kawasan Pham Ngu Lao yang cukup terkenal untuk Backpacker. Ternyata hotel yang kita masuki ini so different dengan sebelumnya, hotel Hoang Phong ini nyempil masuk gang kecil. Kita sempat ragu karena namanya : GOLDEN WIND. Setelah cross check dengan resepsionisnya, ternyata Hoang Phong is Vietnamese language, while Golden Wind is in English. Omaigat... Kenapa ga pake salah satu nama aja sih? Kebayang lah, uda hampir jam 10 malem, dan kita (menyangka) disasarin ama sopirnya ga tau kemana. Uda suudzon aja nih, untungnya bener hotelnya. Hehehe...


Karena uda kemalaman, meskipun lapar berat, kita uda males keluar untuk cari makan. So kita putuskan delivery KFC saja. Entah kenapa dengan harga 70000VND, KFC disini gak seenak di Indo. Dan lagi sambalnya sama sekali engga pedas. Doohh!! #tepokjidat
Tapi yang namanya kepepet, laper berat, ya hajaaarrr...  


Statue of Tran Nguyen Hai
Keesokan paginya kita uda siap-siap untuk searching hotel terakhir yang kita booking, yaitu Hoang Hai Long 2. Ternyata dari pencarian menggunakan google map (thanks for this technology), hotel tersebut dekat dengan Ben Than Market, yang memang menjadi tujuan kita selanjutnya.
Berbekal semangat dan map dari sang resepsionis, kita jalan mencari tempat itu. Jalan kaki sekitar 30 menit, sampailah kita di hotel itu, yang ternyata sangat dekat sekali dengan market. Maka mampirlah kita ke market dan window shopping terlebih dahulu. 
Setelah berkeliling sekitar 1 jam, kami putuskan untuk balik hotel lama untuk check out dan ambil barang. 


Seafood Fried Rice 
and Orange Juice
Dalam perjalanan baliknya, kita mampir buat makan siang di Allez Boo, resto yang didesain seperti Jungle, but it looks nice. Gue pesen nasi goreng seafood yang ternyata dihidangkan dengan cantik sampai gue bingung makannya gimana. Ndeso nih.... 
After lunch, kita angkat-angkat barang buat pindah hotel. Sebenernya gue nyesel tiap hari harus pindah hotel, ini adalah usulan temen gue. Yang gue ga kepikiran saat itu adalah : ternyata koper gue berat dan beranak pinak karena shopping di Hoi An. So kita ini totally bukan backpacker banget, tapi suitcaser keknya...


Untungnya kepindahan kali worthed banget. Hotelnya bagus! Hoang Hai Long 2 ini bintang 3 sepertinya. Sampai disana ternyata bookingan kita, deluxe room sedang kosong, di upgrade lah kita ke suite room. Mantap!! I love my room! Resepsionisnya juga lumayan cihui, enak dilihat. Hehehe...


Cathedral and St. Regina Pacis
Hari terakhir kita habiskan dengan jalan ke Katedral, Museum dan ke Ben Than Market lagi. Cathedralnya luar biasa, rasanya damai dan adem banget gue disana. Gue lumayan banyak ambil foto di Cathedral dan statue St. Regina Pacis. Diseberang Gereja ada bangunan lama yang difungsikan untuk Post Office. Kebetulan hari itu dipakai untuk foto prewed, so cwitt... Setelah merasa cukup ambil foto, kita lanjutkan lagi perjalanan ke Museum of Revolutionary. Tapi disana kita ga masuk karena males. Duduk-duduk bentar, kita jalan lagi ke Ben Than Market. 


Di market gue beli kopi dan souvenir untuk dibagi-bagiin ke temen-temen. Balik hotel istirahat bentar dan siangnya kita check out, siap-siap menuju airport lagi. Makan siang kita sengaja cari KFC (again) di mall seberang airport. Lumayan killing time sambil muter-muter cari Bourjois Powder yang emang uda diniatin dibeli, tapi ternyata ga ada stock lagi disana. Ga lupa sesuai rekomendasi, gue beli Pia Duren yang ternyata isinya cuma dikit, padahal uenakkkk banget!!


Ca Phe G7 
dan Pia Duren 
Balik di airport, kita masi nunggu sampai sekitar 1 jam-an untuk boarding. Emang sih kita udah tau kalo kelebihan bagasi, so temen gue langsung beli bagasi tambahan disana, sekitar $18 untuk 15kgs. Yah paling ngga kita bisa balik dengan tenang, ga beribet bawa barang, gitu pikir gue. Tapi ternyata ga semua selancar yang gue bayangin. 


Di bagian imigrasi, paspor gue sempat ditahan. Gue bolak-balik nanya kenapa, ga ada yang mau jelasin. Entah petugas imigrasinya pura-pura budeg, atau emang ga ngerti Inggris. Pokoknya gue dah kesel banget, bayangin aja, paspor ditahan tanpa alasan. Bisa telat balik gue cuma teronggok di airport. Setelah sekitar hampir 45 menit tanpa kejelasan, finally pasport gue dibalikin. Ini sepertinya (menurut gue) karena waktu dikedatangan, seperti yang pernah gue ceritakan disini, dimana waktu gua arrive, komputernya sempet error dan ngehang. Mungkin itu ngaruh dengan data yang masuk. Jadi saat gue balik, data gue ga ada atau mungkin corrupt. 


But however, thanks God gue masih bisa pulang dengan selamat. What a wonderful journey instead!


my best friend on a journey

September 13, 2011

Mudik yooo...



Libur lebaran taun ini jatuh tanggal 30-31 Agustus, dan ditambah dengan cuti bersama tanggal 29 Agustus dan 1-2 September, maka officialy libur seminggu + lebih 2 hari. Gue ama hubby uda sepakat untuk mudik naik mobil ke Jogja. Meskipun gue uda bayangin bakal macet, yang gue gak bisa bayangin adalah... LUAR BIASA MACET!


Bayangkan aja, kita berangkat tanggal 27 Agustus, jam 1 pagi, sampe di Jogja jam 4 pagi hari Minggu 28 Agustus. So gue on the road 28 jam! Untung aja pulangnya barengan 6 orang (gue cewe sendiri), jadi mereka gantian nyetir gue tidur bangun-ngobrol-tidur-makan-ngobrol-tidur, hehehe...
Tapi dasarnya emang uda diniatin yah, walopun macet kita tetep hepi. Dah lama ga balik soalnya, lagian yah berhubung yg nyetir bisa gantian, jadi engga terlalu berat.


Sampai di Jogja kita uda full schedule, hari pertama makan jejamuran, jalan bentar ke amplas, trus makan gudeg. Besoknya jalan ke Solo makan Nasi Liwet Yu Tukinem (ganti tempat favorit, bukan Yu Sani lagi). Trus lanjut minum susu segar Shi Jack. Emang top abis itu susunya, coklatnya enakkkk... mantaff!


The next day jalan ke Bantul, trus cari Bakmie Jawa. Besoknya lagi ke Pantai Baron, makan ikan sepuasnya. Beli ikan 2kg, masi nambah udang goreng, wader, cumi goreng. Emang kita beli kayanya kebanyakan, sampe dibawa pulang segala. Besoknya lagi kita ke Solo sorenya, dan mengulang nasi Liwet Yu Tukinem plus Shi Jack. 


Kalimilk Seturan
Ga kerasa waktu sangat cepat berlalu, pas hari terakhir, kita sempet-sempetin ke Kalimilk di Seturan. Sebenernya niat ke Monjali, tapi baru nyadar yang di monjali buka jam 1.30 siang. Ya kesiangan banget. So terpaksa ke Seturan aja yang deket dan uda buka dari pagi. 
Not bad lah Kalimilk fot it's taste and place. Mirip seperti Cimory di Puncak. Next time ke Jogja mau mampir di Kalimilk Monjali deh...

Strawberry, Caramel and Pure Milk



September 8, 2011

Hoi An City - The World Heritage in Vietnam



Perjalanan Day 2 di Vietnam adalah ke kota Hoi An, 1.5 jam naik pesawat dari Ho Chi Minh menuju Airport di Danang City, tapi jika menggunakan KA maka lama perjalanan sekitar semalaman atau kurang lebih 11-12 jam.


12 Agustus - Hoi An City


Bangun jam 7 pagi dan segera packing lagi untuk siap-siap check out. Setelah selesai packing kita turun untuk breakfast dan selesai-in bill. Sebenernya sayang juga karena hotelnya cukup recommended to stay longer. Tapi yah karena tiket Jet Star sudah dibeli, we have to leave the hotel.


Perjalanan ke bandara hanya sekitar 30 menit, dengan membayar $8 dari hotel. Kali ini hotel membookingkan kita dengan taxi Vinasun, but i want my Fortuner! 
FYI, taxi yang recommend di sana adalalah Vinasun dan Maylinh karena manggunakan argo resmi.
Sampai di bandara kita segera check in dan masukkan bagasi, ternyata kalo dilihat bandara domestiknya kalah jauuuuuhh deh dari jakarta. Di sana kok bandaranya kurang mentereng. Mungkin masi perlu diperbaiki sana sini.
Setelah menunggu kurleb 2 jam, pesawat siap boarding.
Ternyata nih, gue ngerasa flight kali ini bener-bener bising. Ga tau deh, tuh penumpang semuanya bawel bener. Ngobrol gak bisa pelan-pelan, uda kaya pasar. Gue yang tadinya mencoba tidur, kudu doping Tolak Angin biar nampol bisa nyenyak. Ih ga kebayang deh kalo naik bareng TKI... #upsss...


Sampai di Hoi An kira-kira jam 1 siang, duh ini bandaranya so sederhana sekali, standar abis. Mana bagasi nya main lempar aja, Samsonite merah kesayanganku langsung item-item kena kotornya conveyor. Sebeelll!! 
Begitu koper uda ditangan, langsung deh kita nyariin tukang jemput disana. Ternyata driver yang gue bayangin beda banget, kali ini kasual abis dan nungguin kita dengan cuek banget sambil sms-an. Gue kok feeling ini orang bukan driver (sehari-harinya), coz engga ada tampang dan manner driver. Bawain tas gue aja kaya ga niat gtu, haqdezzz...
Yang gue gak sangka, perjalanan ke Hoi An dari Bandara domestiknya Da Nang ternyata sekitar 45 menit! Dan itu jauuuuhhh, kering kerontang.... Gue bersyukur pake pick up service. Ga kebayang kalo masi harus cari taxi. Aje gile panasnya uda kaya 40 derajat begitu...


The hommy deco 
at Vinh Hung 3 Hotel
Sampai di hotel Vinh Hung 3, sopir menurunkan kita dan setelah kita ke resepsionis, kita dianter masuk ke dalam kamar. It's really nice room, with a simple but hommy decoration. I love it! Simply love it at the first sight!
Saking cape dan hausnya, kita sampe malas banget mo bergerak, untuk cari makan aja rasanya super males karena panasnya diluar uda kaya di etiopia (halah kaya pernah aja kesana). Pokoke superb menyengat. Mana setelah kita ngumpulin nyawa buat cari makan di depan hotel, pelayanannya bisa 2 jam buat 2 menu, masya oloh bener!! Lambaaaatttt!!! Bule sebelah gue yang uda order dari tadi juga gak dateng-dateng makanannya. Liat kita nunggu sambil geleng-geleng, dianya ketawa-ketawa aja. Dalam bahasa gak tertulis sih dia mo ngomong : See, it's a very long time to serve us lunch, and hehehe and you've been punk'd! 


Sorenya kita sempet puter-puter sekitar hotel untuk tau jalan. Rencananya sih besok pagi mau langsung ke Ancient Town-nya yang bisa dicapai cukup dengan jalan kaki saja. Eh ngga taunya karena uda kesorean, meskipun bawa map, tetep aja nyasar. Sebenernya ini salah belok gara-gara kita terpesona dengan Coat-Blazer-Jas yang handmade by Hoi An tailor's. Bayangkan, dengan 300 ribu rupiah bisa dapat coat sesuai ukuran kita, dan sehari jadi! SEHARI JADI! Bandingkan dengan penjahit di Indo yang serba lelet....  Wheeww....


13 August - 3rd Day  in Vietnam, 2 days in Hoi An


Paginya, keliatannya saking capenya, gue bangun kesiangan. Jam 8 seharusnya mulai jalan, gue baru mulai breakfast. Setelah kelar, kira-kira hampir jam 10 baru jalan. Duh uda mulai panas pula.... stress gue kalo cuaca so hot begini. Jadi males ngapa-ngapa, dehidrasi, sakit kepala. Bawaannya pengen berteduh dan minum dingin. Hahahaha....


Pertama kita susuri jalan dan nemu Ancient Temple, yang ada patung Buddha, Dewi Kwan Im Pou Sat, dan banyak dewa yang lain. Setelah puas take a picture, kita jalan lagi dan nemu resto Vinh Hung yang oke banget, traditional but colorful. So kita langsung berikhtiar kalo makan siang kudu disana (ga penting sih.... ). Lanjut jalan kita mau masuk ke Japanese Bridge, eh ternyata disitu harus beli tiket dulu seharga 90000 VND, dan itu bisa dipake masuk di 5 tempat yang menarik. 


Ancient Temple
Japanese Bridge sebenernya sih jembatan tua aja, ga terlalu istimewa. Makanya kita lanjut lagi ke Ancient House, yang uda ratusan taun, perpaduan antara Japanese, Chinese, and traditional Vietnam sendiri. It's so old. Bangunannya pakai kayu warna hitam, dan ada lobang jaring-jaring di lantai 2 yang bisa dibuka untuk menaikkan furniture karena disana pernah ada banjir besar, big flood dengan ketinggian lebih dari 1 meter.  Abis keliling-keliling kita disuguhi teh panas, anehnya si Vietnamese girl ga mau di foto. Pamali kali ya...


The Lampions
Next destination adalah gallery atau workshop yang banyak sekali disana. Bisa diliat mereka sedang melakukan kerjinan ukiran atau bikin lampion. Yes, Hoi An is very well known for it's beautiful lampions art. Betul-betul cantik disana. Seandainya saja cuaca disana sejuk, pasti deh aku uda muterin semua tempat. Dasarnya orang indo, biarpun panas, sempet juga beli macem-macem buat oleh-oleh. Dan kita sempet pula take a pic dengan cewe penjual souvenirnya. She's very friendly. Sesudah memborong souvenir, kita balik hotel dengan niat nyewa sepeda $1 untuk sehari, lumayan buat muter-muter sekalian nyari makan siang.


Vinh Hung Resto
Pork Claypot


Cafe-cafe disana sangat bagus, traditional (bangunan lama) tetap dipertahankan, dengan menu juga cukup variatif. Siang itu kita beneran lunch di resto Vinh Hung, pesenan kita adalah : Pork Claypot, dan White Rose. Mantep edan! Lunch yang paling delicious selama gue di Vietnam.




Larue Beer
Saking panasnya diluar kita pilih untuk take a rest dulu disana. Duduk-duduk sambil mandangin bule-bule tank top-an dengan cueknya, dan gue nge beer juga akhirnya karena pengen coba beer lokal. Nama birnya unik : Larue. Looks like a french name than Vietnam. Setelah gue cek ternyata : Brewed by Da Nang Brewery (Asia Pacific Breweries-Heineken). Gak nyangka juga, punya Heineken. Padahal gue lebih pilih Anker Beer daripada Heineken kalo di Jakarta.


Setelah agak sorean, matahari uda ga sekejam jam 12 siang, gue putuskan untuk ngelanjutin perjalanan lagi. Mampir lah kita di  Guangdong Assembly Hall  (Quang Trieu Congregation) in front of resto. Kebetulan banget disana lagi sepi, jadi enak banget buat ambil foto dan duduk-duduk. Rasanya tenang dan damai. Tapi itu ga bertahan lama karena tiba-tiba rame banget pengunjung berdatangan. Haizzz.... I need tranquility... 
Karena males dengan keramaian, kita lanjutin lagi perjalanan muterin Ancient Town, sempet berhenti ke Cafe (lagi) dan ke Ruman Tua (lagi). Tapi overall ga jauh beda sih. Gue sih salutnya pemerintah mereka bener-bener ngejaga tuh kawasan bebes kendaraan bermotor dan masih orisinil. Pemerintahnya concern dengan kawasan pariwisata, jadi mereka serius untuk memelihara peninggalan lama kaya gtu. Padahal dimana-mana masi bertebaran bendera palu-arit. Di indo nih, uda jelas kawasan Kota Tua itu historical banget, tetep aja ga peduli dengan meningkatkan kenyamanan disana.


With US $ 1 bycycle
Back to the story, jam 5 sore gue uda ga kuat buat jalan-jalan, so akhirnya gue cuma balikin sepeda dan siap-siap check out dari hotel untuk balik lagi ke Ho Chi Minh. Anehnya saat gue bayar bill, masa pick up service yang kemarin malah pada ga tau kalo ada, jadilah kita "hampir" aja ga bayar. Tapi gue sih feel guilty, so gue kasi tau mereka dan gue bayar lah $16 supaya gue gak disangka "Turis Indonesia yang gak jujur". Salah setitik rusak susu sebelanga kan repot. Ntar next Indonesia yang kesana dibilang tukang tilep kan bahaya. Hahaha...



My Newest Thought

Operasi Gigi Geraham Bungsu (Menggunakan BPJS 2020)

Hai semuanya, kali ini gue mau share tentang pengalaman gue operasi gigi geraham bungsu atas bawah, sebanyak 4 gigi. Yes, 4 gigi sekaligus! ...